Rekom Tak Kunjung Turun, Jampud Nilai Janji Politik Petahana Belum Mampu Goda Elit Parpol - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 8 Jul 2024 13:17 WIB ·

Rekom Tak Kunjung Turun, Jampud Nilai Janji Politik Petahana Belum Mampu Goda Elit Parpol


 Direktur Jampud Agus Sadullah saat memberikan kepada wartawan beberapa waktu lalu. (ist) Perbesar

Direktur Jampud Agus Sadullah saat memberikan kepada wartawan beberapa waktu lalu. (ist)

BACAMALANG.COM – Belum satupun partai politik mengeluarkan surat rekomendasi untuk bakal calon yang akan bertarung di Pilkada Kabupaten Malang. Selama ini, media hanya diwarnai dengan pemberitaan kabar burung soal rekomendasi.

Meskipun pesta demokrasi Kabupaten Malang semakin mepet, publik masih dihadapkan pada tanda tanya besar, kepada siapakah rekomendasi akan berlabuh.

Menurut sudut pandang Direktur LSM Jampud (Jaringan Aliansi Pemuda untuk Demokrasi), Agus Sadullah, sejauh ini meskipun belum ada rekomendasi yang turun, akan tetapi pergerakan petahana HM Sanusi yang santer dikabarkan akan kembali bertarung di Pilkada tepantau bergerak di lapangan cukup masif.

“Hal ini dapat dilihat dari janji politik, sebagaimana yang disampaikan Sanusi di depan seluruh Kepala Desa. Dimana apabila dipercaya untuk menata APBD 2025 kembali, telah disepakati, per Kecamatan akan dianggarkan Rp 10 miliar. Begitupun program perbaikan jalan yang selama 4 tahun ini selalu dikeluhkan oleh masyarakat karena kondisinya yang rusak, juga terus digenjot,” kata Sadullah, Senin (8/7/2024).

Ditegaskan Sadullah, petahana memang jadi individu paling diuntungkan dan harusnya menjadi daya tarik tersendiri dari setiap perhelatan Pilkada serentak mengingat posisinya. Namun, Sadullah bilang, di Kabupaten Malang yang terjadi justru timbul semacam anomali, karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda dari satupun partai politik yang ada akan memberi tiket kepada petahana.

“Padahal rekomendasi dari partai politik merupakan tiket, sarat utama bagi petahana untuk kembali running dalam Pilkada nanti. Kondisi ini sangat menarik bila dicermati,” ungkapnya.

Ilustrasi surat tugas dari DPP PDI Perjuangan yang diterima HM Sanusi. (ist)

Lebih jauh, Sadullah mengungkapkan, iming-iming untuk menggenjot pembangunan infrastruktur termasuk perbaikan jalan memang bagian strategi yang bagus dari sosok petahana. Sekalipun selama 4 tahun pemerintahannya selalu dikeluhkan oleh warga seputar persoalan tersebut, ibarat panas setahun dihabiskan hujan sehari, strategi ini terbukti dapat menuai respon positif publik.

“Yang bikin menarik adalah, strategi yang dijalankan petahana ternyata tak cukup memikat elit partai di Kabupaten Malang untuk memberikan dukungan. Faktanya sampai hari ini saya belum melihat progres berarti, kecuali kalim-klaim dan kabar burung terkait turunya rekom, belum ada tanda-tanda elit partai di daerah, agresif memberikan message positif kepada pimpinan pusat partai politik masing-masing, agar menurunkan rekomendasi kepada petahana untuk kembali diusung pada Pilkada nanti,” ucap Sadullah.

Melihat kondisi tersebut, Sadullah menuturkan, petahana harusnya mulai merubah strategi untuk mendapatkan dukungan. Tidak hanya fokus kepada menaikkan elektabilitas dengan menggenjot program-program kerakyatan, tapi juga membangun pola komunikasi politik dengan pendekatan kasih sayang.

“Elit politik-politik itu kan juga manusia ya, sehingga menurut saya kebutuhan dasar yang paling kuat adalah kasih sayang. Misalkan orang bisa kangen sama pacar, sama teman yang bawel karena bawelnya, kenapa? Karena saat dia bawel kita merasa diperhatikan, merasa disayang. Sekarang misalkan kita punya mitra, apa jadinya jika selama 4 tahun tidak pernah berinteraksi, gak pernah diajak bicara, gak pernah diajak makan, lalu berharap feedback positif, pasti akan sulit didapat. Kondisi seperti inilah yang menurut saya bisa menjadi salah satu faktor penyebab mengapa petahana gagal mendapat dukungan politik, sehingga Abah Sanusi perlu memikirkan pola komunikasi dan pendekatan supaya dukungan elit mengalir kepada beliau,” bebernya.

Terakhir, Sadullah menyampaikan pandangan, tips secara umum, bahwa seorang pemimpin yang efektif harus menyadari kebutuhan dasar untuk mengembangkan people skill-nya. Diterangkan Sadullah, pemimpin yang sukanya hanya mendikte, lepas tanggung jawab, dan suka mengorbankan bawahan hanya akan membuat mitranya merasa tidak nyaman, dan terbukti itu tidak akan efektif.

Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 218 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Identitas Mrs X yang Ditemukan Meninggal di Lawang Terungkap, Polisi Telusuri Keluarga Korban

8 November 2026 - 19:23 WIB

Polemik Limbah Biogas di Tlekung, Kuasa Hukum Bakal Lapor ke Kementerian LH dan Ombudsman RI

8 November 2026 - 18:42 WIB

Polresta Malang Kota Gandeng Kampus, Boso Walikan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tertulis

8 November 2026 - 17:21 WIB

Siaga Hadapi Bencana Musim Hujan, BPBD Kabupaten Malang Kerahkan 104 Personel dan Siapkan Pos Lapangan

8 November 2026 - 16:26 WIB

Dugaan Perselingkuhan di Hotel Kota Batu, Istri Anggota Polisi Tempuh Jalur Hukum

8 November 2026 - 15:39 WIB

Permudah Urus SIM, Satlantas Polres Malang Sambangi Pesantren Al Ihsan

8 November 2026 - 14:27 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !