BACAMALANG.COM – Wujud nasionalisme sederhana adalah nonton bareng (nobar) sebagai dukungan terhadap tim kebanggaan Indonesia dimana laga tim Indonesia melawan tim Jepang dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Di kalangan masyarakat, nobar menjadi hal yang biasa terlebih tim nasional Indonesia yang tanding. Nobar kali ini sangat luar biasa, pasalnya nobar di RT 02 RW 13 Kelurahan Madyopuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang dihadiri Ketua DPRD Kota Malang dan calon Wali Kota Malang Heri Cahyono alias Sam HC, Jumat (15/11/2024) malam.
Meski tim Indonesia kalah telak dengan skor 4-0 untuk tim Jepang yang menyebabkan para penonton merasa kecewa, namun suasana guyub dan rukun tetap terjaga selama kegiatan berlangsung. Tak hanya sekadar menonton, tetapi nobar ini juga dibalut dengan hiburan.
“Saya sangat mengapresiasi, warga di sini yang masih guyub dan rukun. Terutama di era digital, di mana hampir semua hal bisa diakses menggunakan gadget, tetapi kegiatan warga seperti ini masih sangat diminati,” jelas Ketua DPRD Kota Malang Amithya dalam sambutannya saat hadir di nobar.
Sebagai tokoh masyarakat, ia berharap masyarakat bisa menjadikan teladan pemimpin yang jujur, bersih dan visioner. Oleh sebab itu, melihat perkembangan zaman saat ini, kegiatan kemasyarakatan harus didukung dan diselaraskan dengan pemimpin ke depannya.
“Tentu kami menyampaikan, agar masyarakat bisa ikhlas dan meniatkan sodaqoh suaranya, untuk pemimpin yang baik, bersih, dan visioner. Sehingga, kegiatan positif di tingkatan masyarakat terus mendapatkan dukungan,” terang politisi PDIP.
Sementara, Cawali Kota Malang Heri Cahyono yang turut hadir di nobar ini mengatakan, bahwa kegiatan masyarakat sangat baik. Ia menilai, nobar timnas sepak bola Indonesia bukan hanya sekadar menonton pertandingan olahraga saja.
“Melainkan, ini adalah wujud dari merawat jiwa nasionalisme. Bahkan saat kita masyarakat pernah berseteru dengan PSSI karena kebobrokannya beberapa waktu lalu, kalau soal mendukung timnas masyarakat tetap nomor satu. Ini harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
Sebagai paslon yang diusung oleh PDIP, pria yang akrab disapa Sam HC ini ingin membangun Kota Malang dengan budaya. Tidak hanya soal infrastruktur dan sektor lainnya, tetapi budaya luhur asli Malang harus mengiringi setiap jalannya program.
“Kita harus bisa menjaga, pembangunan Kota Malang ini dengan budaya luhur khas Malang. Banyak hal yang dikerjakan, dan ini harus diimbangi dengan nilai budaya dan berselaras dengan perkembangan teknologi dan industri,” tandas Cawali nomor urut dua Pikada Kota Malang 2024.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan uneg-unegnya, terkait fasilitas pemerintah yang dibiarkan begitu saja (mangkrak).
Sam HC menyampaikan kalah menang dalam permainan sudah biasa, namun dirinya ikut dalam kontestasi untuk memperbaiki Kota Malang.
Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor: Aan Imam Marzuki




















































