BACAMALANG.COM – Varietas bibit tebu unggul terus dikembangkan Pabrik Gula (PG) Kebonagung agar petani mendapatkan panen yang maksimal.
Sedikitnya ada tiga varietas bibit tebu unggul yang terus dikembangkan PG Kebonagung, diantaranya PSKA942, PSKA062, dan PSKA095.
Kasi Tebang Angkut, Litbang dan Bina Produksi PG Kebonagung, Saptio Agi Phambowo menjelaskan, ketiga varietas bibit tebu tersebut memiliki keunggulan lebih tahan pada kondisi iklim ekstrim.
“Varietas itu sudah kita uji, InsyaAllah itu bisa adaptasi dengan lingkungan yang ekstrim. Artinya ekstrim itu seperti tahun ini kan El Nino, terus bulan Juli masuk La Nina. Seumpama nanti ditanam di lahan lereng-lereng itu lebih adaptif,” ujar Saptio, Jumat (10/5/2024).
Pria asli Sunda ini menambahkan, keunggulan lain yang dimiliki ketiga varietas tersebut antara dari segi rendemen dan bobot. Baik PSKA942, PSKA062, dan PSKA095 memiliki potensi rendemen yang tinggi.
“Kita sudah mengembangkan varietas unggul yang kita miliki, kita punya varietas PSKA942, PSKA062, PSKA095, yang harapannya bisa menjadi varietas unggul pengganti varietas yang sudah ada. Potensi rendemennya tinggi. Kemudian dari segi bobot, adaptasi ketahanan terhadap iklim,” jelas Tio.
Berbicara soal rendemen, PG Kebonagung tidak berharap terlalu banyak pada musim giling tahun ini. Ada sejumlah faktor yang bisa membuat rendemen tebu petani rendah.
“Rendemen kita cenderung turun. Pertama, pada saat tebang tebu tahun kemarin, kita kan mengalami kemarau panjang, sehingga pertumbuhan itu terhambat. Kemudian akhirnya petani menanam ulang, tebang lebih awal, sehingga umurnya sama dengan tanaman bulan Juli dan Agustus. Kemudian untuk tebu yang pada awal tebang tahun kemarin itu, itu dengan harga tebu bibit yang luar biasa, bagus, sehingga petani itu antusias, harga bibit setelah giling itu mencapai 100 ribu per kwintal,” tukasnya.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































