Terus Berinovasi, PG Kebonagung Kembangkan Varietas Bibit Tebu Unggul - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 10 Mei 2024 18:11 WIB ·

Terus Berinovasi, PG Kebonagung Kembangkan Varietas Bibit Tebu Unggul


 Ilustrasi. (ist) Perbesar

Ilustrasi. (ist)

BACAMALANG.COM – Varietas bibit tebu unggul terus dikembangkan Pabrik Gula (PG) Kebonagung agar petani mendapatkan panen yang maksimal.

Sedikitnya ada tiga varietas bibit tebu unggul yang terus dikembangkan PG Kebonagung, diantaranya PSKA942, PSKA062, dan PSKA095.

Kasi Tebang Angkut, Litbang dan Bina Produksi PG Kebonagung, Saptio Agi Phambowo menjelaskan, ketiga varietas bibit tebu tersebut memiliki keunggulan lebih tahan pada kondisi iklim ekstrim.

“Varietas itu sudah kita uji, InsyaAllah itu bisa adaptasi dengan lingkungan yang ekstrim. Artinya ekstrim itu seperti tahun ini kan El Nino, terus bulan Juli masuk La Nina. Seumpama nanti ditanam di lahan lereng-lereng itu lebih adaptif,” ujar Saptio, Jumat (10/5/2024).

Pria asli Sunda ini menambahkan, keunggulan lain yang dimiliki ketiga varietas tersebut antara dari segi rendemen dan bobot. Baik PSKA942, PSKA062, dan PSKA095 memiliki potensi rendemen yang tinggi.

“Kita sudah mengembangkan varietas unggul yang kita miliki, kita punya varietas PSKA942, PSKA062, PSKA095, yang harapannya bisa menjadi varietas unggul pengganti varietas yang sudah ada. Potensi rendemennya tinggi. Kemudian dari segi bobot, adaptasi ketahanan terhadap iklim,” jelas Tio.

Berbicara soal rendemen, PG Kebonagung tidak berharap terlalu banyak pada musim giling tahun ini. Ada sejumlah faktor yang bisa membuat rendemen tebu petani rendah.

“Rendemen kita cenderung turun. Pertama, pada saat tebang tebu tahun kemarin, kita kan mengalami kemarau panjang, sehingga pertumbuhan itu terhambat. Kemudian akhirnya petani menanam ulang, tebang lebih awal, sehingga umurnya sama dengan tanaman bulan Juli dan Agustus. Kemudian untuk tebu yang pada awal tebang tahun kemarin itu, itu dengan harga tebu bibit yang luar biasa, bagus, sehingga petani itu antusias, harga bibit setelah giling itu mencapai 100 ribu per kwintal,” tukasnya.

Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 231 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kick-Off Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK Malang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

6 Mei 2026 - 20:52 WIB

31 Wisatawan Asal Surabaya Positif Narkoba, Polisi Tetap Buru Pelaku Pengeroyokan di Pantai Wediawu

6 Mei 2026 - 13:06 WIB

Pedagang Pasar Oro-Oro Dowo Dibekali Literasi Hukum Lewat Program “SEPASAR PEDAS”

6 Mei 2026 - 12:58 WIB

Vario 125 Raib Saat Diparkir, Warganet Soroti Keamanan Area Parkir

6 Mei 2026 - 10:11 WIB

Dua Warga Beji Batu Tewas Diduga Keracunan Minuman Misterius, Polisi Selidiki Kandungan Cairan

6 Mei 2026 - 10:00 WIB

Termakan Hoaks, Pria di Lawang Bacok Tetangga Sendiri hingga Terluka

6 Mei 2026 - 09:46 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !