UB Gelar Skrining Kesehatan Mental Serentak untuk 17 Ribu Calon Mahasiswa Baru - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 4 Agu 2026 10:18 WIB ·

UB Gelar Skrining Kesehatan Mental Serentak untuk 17 Ribu Calon Mahasiswa Baru


 Pelaksaanaan tes skrining kesehatan mental secara serentak bagi calon mahasiswa baru (camaba) Tahun Akademik 2026 yang digelar di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit UB. (ist) Perbesar

Pelaksaanaan tes skrining kesehatan mental secara serentak bagi calon mahasiswa baru (camaba) Tahun Akademik 2026 yang digelar di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit UB. (ist)

BACAMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) menggelar skrining kesehatan mental secara serentak bagi sekitar 17.000 calon mahasiswa baru (camaba) Tahun Akademik 2026 sebagai langkah deteksi dini untuk mendukung proses adaptasi mahasiswa selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Skrining kesehatan mental ini menjadi bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru, bersamaan dengan tes urine (NAPZA) dan pembagian jas almamater, yang dihelat di Gedung Auditorium Pandhita Majapahit, dan dilaksanakan selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Agustus 2026.

Koordinator Psikologi Pelaksanaan Skrining Kesehatan Mental UB, Dian Sudiono Putri, menjelaskan bahwa pelaksanaan skrining secara tatap muka dan serentak ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh universitas.

“Sebelumnya pemeriksaan kesehatan mental mungkin pernah dilakukan, tetapi tidak secara serentak seperti sekarang. Kali ini seluruh calon mahasiswa hadir langsung di kampus sebagai bagian dari rangkaian penerimaan mahasiswa baru,” ujar Dian.

Menurutnya, skrining tersebut merupakan bentuk upaya preventif agar kampus dapat mendeteksi sejak dini potensi persoalan kesehatan mental yang dapat memengaruhi proses belajar mahasiswa.

“Bisa saja kondisi mahasiswa di semester awal baik, tetapi mengalami penurunan pada semester berikutnya. Karena itu, UB ingin menjadi garda terdepan dalam mendeteksi sekaligus memberikan pendampingan sejak dini apabila ditemukan indikasi permasalahan kesehatan mental,” jelasnya.

Seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara langsung di kampus menggunakan kuesioner yang disusun oleh Tim Psikolog Layanan Konseling Mahasiswa (LKM) UB. Pelaksanaan secara luring dipilih untuk memastikan keaslian identitas peserta sekaligus menjaga validitas hasil pemeriksaan.

Dalam pelaksanaannya, LKM juga melibatkan mahasiswa sebagai panitia pendamping selama proses pengisian kuesioner di dalam auditorium. Mereka bertugas memastikan peserta memahami bahwa seluruh jawaban bersifat rahasia dan digunakan semata-mata sebagai dasar layanan pendampingan.

“Peserta kami minta menjawab dengan jujur karena tidak ada jawaban benar atau salah. Hasil skrining ini bukan untuk memberi label kepada mahasiswa, melainkan menjadi data awal agar kampus dapat memberikan layanan pendampingan apabila dibutuhkan,” tutur Dian.

Langkah UB tersebut mendapat apresiasi dari para calon mahasiswa baru. Salah satunya Ana, peserta dari Fakultas Kedokteran, yang menilai pemeriksaan kesehatan mental merupakan program yang sangat penting bagi mahasiswa.

Ia berharap hasil skrining tidak berhenti pada tahap pendataan, tetapi juga diikuti dengan layanan intervensi maupun pendampingan psikologis secara cepat bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Melalui program ini, UB berharap mampu membangun sistem deteksi dini terhadap persoalan kesehatan mental di lingkungan kampus sekaligus menciptakan iklim akademik yang lebih sehat dan suportif.

Ke depan, universitas berencana menjadikan skrining kesehatan mental sebagai program berkala yang dilaksanakan setiap semester atau setiap enam bulan sekali guna memantau kondisi psikologis mahasiswa selama menjalani perkuliahan.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Buku Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang, Menelusuri Jejak Komunitas yang Membentuk Wajah Kota

4 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Polisi Amankan Pria Diduga Pengedar Sabu dan Ganja di Kepanjen

4 Agustus 2026 - 10:05 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tanamkan Budaya Sadar Bencana Sejak Dini, Puluhan Siswa SD Ikuti Simulasi Evakuasi

4 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Promosi Eks Kapolres Malang Era Tragedi Kanjuruhan Jadi Koorspripim Disorot, Praktisi Hukum Singgung Akuntabilitas Publik

3 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Ferli Hidayat saat menjabat Kapolres Malang dengan pangkat AKBP. (ist)

Modus Pinjam Motor untuk Beli Makan, Pria di Malang Ditangkap usai Bawa Kabur Scoopy Temannya

3 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Wali Kota Malang Tegaskan Promosi Jabatan ASN Kini Sepenuhnya Berbasis Talenta dan Kinerja

3 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !