Ulang Tahun Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan Kabupaten Malang Menanam Janji di Pangkuan Ibu Pertiwi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 23 Jan 2026 21:05 WIB ·

Ulang Tahun Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan Kabupaten Malang Menanam Janji di Pangkuan Ibu Pertiwi


 DPC dan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Malang melakukan aksi tanam bibit pohon di Kecamatan Donomulyo. (ist) Perbesar

DPC dan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Malang melakukan aksi tanam bibit pohon di Kecamatan Donomulyo. (ist)

BACAMALANG.COM – Dalam rangka ulang tahun ke-79 Megawati Soekarnoputri DPC dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang melakukan aksi penanaman bibit pohon di Kecamatan Donomulyo, Jumat (23/1/2026).

Penanaman bibit pohon itu bukan sekedar aksi simbolik, namun dimaknai bagian dari menanam janji di pangkuan Ibu Pertiwi.

Kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, bahwa di hadapan Ibu Pertiwi, anak-anak bangsa belajar satu hal yang kerap dilupakan oleh zaman, yakni menunduk bukan tanda kalah, melainkan tanda hormat.

“Dalam peringatan Ulang Tahun ke-79 Ibu Megawati Soekarnoputri, kita kembali menundukkan diri menggali tanah, menanam pohon, dan menitipkan janji pada bumi yang telah terlalu lama memberi tanpa meminta balasan,” ucap Didik.

Didik pun menggambarkan Ibu Pertiwi sebagai sosok ibu yang sabar. Ia mengandung sejarah, melahirkan bangsa, dan menyusui peradaban. Dari rahimnya lahir sawah dan hutan, sungai dan lautan, bahasa dan kebudayaan. Namun seperti ibu yang kerap dilupakan anaknya ketika dewasa, Ibu Pertiwi kini menanggung luka, akibat keserakahan, kelalaian, dan pembangunan yang kerap lupa arah.

Didik melanjutkan, bahasa yang paling jujur dalam mencintai adalah dengan perbuatan. Maka penanaman pohon ini adalah bahasa anak bangsa yang paling jujur kepada ibunya.

Diungkapkannya, setiap bibit adalah pengakuan: bahwa kami pernah lalai. Setiap tanah yang ditimbun kembali adalah ikrar: bahwa kami ingin memperbaiki. Pohon-pohon itu kelak akan tumbuh sebagai pelukan menahan banjir, menyaring udara, dan mengajarkan bahwa kasih ibu selalu bekerja dalam diam.

Sementara Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang Abdul Qodir bilang, Sang Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam lintasan sejarah republik, kerap hadir seperti sosok ibu yang berdiri di ambang pintu ketika rumah hampir kehilangan arah. Teguh, tenang, dan tidak tergesa. Dalam perayaan usia ke-79 ini, nilai keibuan itu kembali dimaknai dengan merawat, menjaga, dan memastikan kehidupan berlanjut dengan martabat.

“Anak bangsa yang dewasa bukanlah yang paling keras suaranya, melainkan yang paling bertanggung jawab tindakannya. Menanam pohon adalah tanda kedewasaan itu, bahwa kita memilih mewariskan kehidupan, bukan kerusakan. Menyiapkan naungan, bukan meninggalkan luka,” kata pria yang akrab dipanggil Adeng itu.

Pada aksi penanaman bibit pohon itu pula, dipungkasi dengan sebuah doa kebangsaan. Berikut ini doanya:

“Ya Tuhan Yang Maha Esa,
Lindungilah ibu kami, bumi Indonesia.
Ampunilah kelalaian anak-anaknya,
dan kuatkan tekad kami untuk menjaga, bukan menghabisi.
Tumbuhkanlah akar persatuan di tanah kami,
suburkanlah harapan di setiap jengkal negeri,
agar Indonesia tetap hijau dalam alamnya,
kokoh dalam persatuannya,
dan adil dalam peradabannya.”

Tidak lupa, para pengurus DPC dan Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Malang secara kompak di bawah komando Didik Gatot Subroto menyampaikan ucapan ulang tahun kepada Sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

“Selamat Ulang Tahun ke-79 Ibu Megawati Soekarnoputri. Semoga teladan keibuan dan keberanian merawat kehidupan terus menjadi kompas moral anak-anak bangsa, demi Indonesia yang lestari dari generasi ke generasi,” pungkasnya.

Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kick-Off Bulan Literasi Keuangan 2026, OJK Malang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Era Digital

6 Mei 2026 - 20:52 WIB

31 Wisatawan Asal Surabaya Positif Narkoba, Polisi Tetap Buru Pelaku Pengeroyokan di Pantai Wediawu

6 Mei 2026 - 13:06 WIB

Pedagang Pasar Oro-Oro Dowo Dibekali Literasi Hukum Lewat Program “SEPASAR PEDAS”

6 Mei 2026 - 12:58 WIB

Vario 125 Raib Saat Diparkir, Warganet Soroti Keamanan Area Parkir

6 Mei 2026 - 10:11 WIB

Dua Warga Beji Batu Tewas Diduga Keracunan Minuman Misterius, Polisi Selidiki Kandungan Cairan

6 Mei 2026 - 10:00 WIB

Termakan Hoaks, Pria di Lawang Bacok Tetangga Sendiri hingga Terluka

6 Mei 2026 - 09:46 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !