BACAMALANG.COM – Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Malang Raya menggelar Misa dan Dialog Kebangsaan bertema Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial dengan menghadirkan Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, S.V.D., Sabtu (30/5/2026), di Gereja Paroki Ratu Rosari Kesatrian, Kota Malang.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat NTT yang berada di perantauan, khususnya di Malang Raya, untuk mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta membangun kepedulian terhadap kondisi sosial dan pembangunan daerah asal.
Dalam homili dan dialog yang berlangsung, Mgr. Paulus Budi Kleden menyampaikan apresiasinya atas kebersamaan masyarakat NTT dengan umat Paroki Ratu Rosari. Ia berharap para mahasiswa NTT yang sedang menempuh pendidikan di Malang dapat belajar dengan sungguh-sungguh, sementara masyarakat yang telah bekerja dan menetap di Malang tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
“Kepada masyarakat NTT yang sudah mapan di sini, jadilah bagian dari masyarakat yang baik. Namun jangan pernah melupakan saudara-saudara kita yang ada di kampung halaman,” pesan Mgr. Paulus.
Ketua Forum Pemuda NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, mengatakan bahwa kunjungan Uskup Agung Ende ke Malang merupakan peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Uskup Agung Ende hadir dan memimpin misa bagi umat Katolik asal NTT di Malang.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan-kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan masyarakat NTT di Malang Raya,” ujarnya.
Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan dialog yang membahas identitas generasi muda dan realitas sosial. Menurut Philipus, dialog tersebut pada dasarnya berangkat dari refleksi iman Katolik, namun diperluas dengan menghadirkan sejumlah tokoh pemerintahan dan akademisi sehingga tema yang diangkat menjadi lebih relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Ia berharap pemuda NTT di Malang dapat menjadi satu keluarga besar yang saling mendukung, bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat, serta memberikan kontribusi positif selama menempuh pendidikan maupun bekerja di Kota Malang.
“Harapan kami, setelah lulus nanti adik-adik mahasiswa dapat kembali ke daerah asal dan ikut membangun NTT dengan ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama di perantauan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Yohanes Bhoka Pega, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan misa yang dipimpin langsung oleh Mgr. Paulus Budi Kleden dan dilanjutkan dengan dialog bersama sejumlah narasumber.
Dialog menghadirkan Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Umagapi, S.Pd., Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Guru Besar Universitas Merdeka Malang Prof. Dr. Bonaventura Ngarawula, M.Si., serta Dr. George Da Silva, M.B.A., M.Sos. Acara dipandu oleh Prisca Kalumbang, S.Sos., M.Fil.
Menurut Yohanes, kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan Forum Pemuda NTT Malang Raya untuk membangun soliditas masyarakat NTT di perantauan sekaligus memberikan ruang berbagi pengalaman, inspirasi, dan pesan moral bagi para mahasiswa.
“Melalui forum ini, mahasiswa NTT yang tersebar di berbagai kampus di Malang Raya dapat bertemu, berdiskusi, dan saling menguatkan sebagai sesama perantau,” jelasnya.
Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan masyarakat NTT dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya. Jumlah warga NTT yang tersebar di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu orang yang berasal dari 21 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur.
“Kami berharap kehadiran Bapak Uskup dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi teman-teman mahasiswa agar terus berprestasi dan tetap memiliki kepedulian terhadap daerah asalnya,” pungkas Yohanes.
Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































