Uskup Agung Ende Ajak Mahasiswa NTT di Malang Menjadi Agen Perubahan dan Membangun Daerah Asal - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 31 Mei 2026 06:50 WIB ·

Uskup Agung Ende Ajak Mahasiswa NTT di Malang Menjadi Agen Perubahan dan Membangun Daerah Asal


 Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Malang Raya menghadiri Misa dan Dialog Kebangsaan bertema Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. (ist) Perbesar

Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Malang Raya menghadiri Misa dan Dialog Kebangsaan bertema Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial. (ist)

BACAMALANG.COM – Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur (NTT) Malang Raya menggelar Misa dan Dialog Kebangsaan bertema Generasi Muda, Identitas, dan Realitas Sosial dengan menghadirkan Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, S.V.D., Sabtu (30/5/2026), di Gereja Paroki Ratu Rosari Kesatrian, Kota Malang.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat NTT yang berada di perantauan, khususnya di Malang Raya, untuk mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta membangun kepedulian terhadap kondisi sosial dan pembangunan daerah asal.

Dalam homili dan dialog yang berlangsung, Mgr. Paulus Budi Kleden menyampaikan apresiasinya atas kebersamaan masyarakat NTT dengan umat Paroki Ratu Rosari. Ia berharap para mahasiswa NTT yang sedang menempuh pendidikan di Malang dapat belajar dengan sungguh-sungguh, sementara masyarakat yang telah bekerja dan menetap di Malang tetap menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.

“Kepada masyarakat NTT yang sudah mapan di sini, jadilah bagian dari masyarakat yang baik. Namun jangan pernah melupakan saudara-saudara kita yang ada di kampung halaman,” pesan Mgr. Paulus.

Ketua Forum Pemuda NTT Malang Raya, Philipus Oskar Api Oa, mengatakan bahwa kunjungan Uskup Agung Ende ke Malang merupakan peristiwa bersejarah karena untuk pertama kalinya seorang Uskup Agung Ende hadir dan memimpin misa bagi umat Katolik asal NTT di Malang.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan-kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ini menjadi kebanggaan sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan masyarakat NTT di Malang Raya,” ujarnya.

Usai misa, kegiatan dilanjutkan dengan dialog yang membahas identitas generasi muda dan realitas sosial. Menurut Philipus, dialog tersebut pada dasarnya berangkat dari refleksi iman Katolik, namun diperluas dengan menghadirkan sejumlah tokoh pemerintahan dan akademisi sehingga tema yang diangkat menjadi lebih relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.

Ia berharap pemuda NTT di Malang dapat menjadi satu keluarga besar yang saling mendukung, bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat, serta memberikan kontribusi positif selama menempuh pendidikan maupun bekerja di Kota Malang.

“Harapan kami, setelah lulus nanti adik-adik mahasiswa dapat kembali ke daerah asal dan ikut membangun NTT dengan ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama di perantauan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Yohanes Bhoka Pega, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan misa yang dipimpin langsung oleh Mgr. Paulus Budi Kleden dan dilanjutkan dengan dialog bersama sejumlah narasumber.

Dialog menghadirkan Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Umagapi, S.Pd., Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., Guru Besar Universitas Merdeka Malang Prof. Dr. Bonaventura Ngarawula, M.Si., serta Dr. George Da Silva, M.B.A., M.Sos. Acara dipandu oleh Prisca Kalumbang, S.Sos., M.Fil.

Menurut Yohanes, kegiatan tersebut dilatarbelakangi keinginan Forum Pemuda NTT Malang Raya untuk membangun soliditas masyarakat NTT di perantauan sekaligus memberikan ruang berbagi pengalaman, inspirasi, dan pesan moral bagi para mahasiswa.

“Melalui forum ini, mahasiswa NTT yang tersebar di berbagai kampus di Malang Raya dapat bertemu, berdiskusi, dan saling menguatkan sebagai sesama perantau,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa dan masyarakat NTT dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya. Jumlah warga NTT yang tersebar di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu orang yang berasal dari 21 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur.

“Kami berharap kehadiran Bapak Uskup dapat memberikan pencerahan dan motivasi bagi teman-teman mahasiswa agar terus berprestasi dan tetap memiliki kepedulian terhadap daerah asalnya,” pungkas Yohanes.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Krisis Penyu dan Pesisir Rusak, BSTC Ajak Masyarakat Terlibat Menjaga Ekosistem Pantai

31 Mei 2026 - 09:20 WIB

ITSK RS dr. Soepraoen Malang Tawarkan Prodi Kesehatan dan Teknologi, Jadi Magnet Calon Mahasiswa Baru

31 Mei 2026 - 08:35 WIB

Kuota Jalur Domisili PPDB SMA/SMK Negeri Jatim Turun Jadi 35 Persen, Dr Sri Untari Dorong Masyarakat Manfaatkan Jalur Afirmasi

31 Mei 2026 - 06:02 WIB

HLN 2026 di Malang, Sri Untari Tegaskan Komitmen Wujudkan Lansia Jatim Sehat, Mandiri, dan Produktif

30 Mei 2026 - 15:27 WIB

Makan Malam Bareng, UIBU Rawat Toleransi dalam Idul Adha

29 Mei 2026 - 20:55 WIB

Disdik Jatim Sambut Positif Peran JMSI Jatim dalam Penguatan Sektor Pendidikan

29 Mei 2026 - 06:49 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !