Wapres Nyatakan Pesantren Berkontribusi Positif Kembangkan Rahmatan Lil Alaamiin - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 10 Nov 2020 20:23 WIB ·

Wapres Nyatakan Pesantren Berkontribusi Positif Kembangkan Rahmatan Lil Alaamiin


 Wapres Nyatakan Pesantren Berkontribusi Positif Kembangkan Rahmatan Lil Alaamiin Perbesar

BACAMALANG.COM – Pesantren dinilai mampu berkontribusi positif untuk mengembangkan konsep Rahmatan Lil Alaamiin di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC) K.H. Ma’ruf Amin, MA ketika memberikan pengarahan secara daring pada puncak peringatan Hari Santri 2020 dan Dies Natalis FISIP-UB ke-17 yang bertema “Peran Santri di Era Milenial dan Disruptif Digital,” Selasa (10/10).

“Saya meyakini di Indonesia pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan yang moderat, mampu menangkal dan melindungi masyarakat dari radikalisme. Pesantren ikut mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin,” tegas KH Ma’ruf Amin.

Tanggung Jawab Besar

Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar. Sebagai negara dengan umat terbesar di dunia ikut bertanggung jawab menghadapi tudingan negatif tentang Islam yang datang dari bangsa-bangsa Barat.

“Indonesia harus mampu menunjukkan Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar K.H.Ma’ruf Amin.

Saat ini, dikatakan Wapres terdapat banyak tantangan terhadap Islam yang berawal dari ketidakpahaman masyarakat Barat, Amerika Serikat (AS) dan Eropa tentang Islam. Tantangan itu berupa kesan negatif terhadap Islam, juga Islamphobia.

KH Ma’ruf menyebutkan beberapa hal antara lain, negara-negara Islam dinilai sebagai negeri konflik dan kekerasan.

Sekitar 41 persen warga AS menilai Islam mendorong munculnya terorisme dan kekerasan, 44 persen menganggap Islam tidak bisa beriringan dengan demokrasi.

“Islamphobia meningkat di AS dan Eropa. Persoalan terbaru terjadi di Perancis,” ujar Ma’ruf.

Kondisi di internal negara Islam, menurut Wapres, juga perlu perhatian antara lain, kondisi sosial ekonomi umat yang masih memprihatinkan. 350 juta orang di negara OKI berpenghasilan di bawah $ 1,25 per hari. Tingkat pengangguran juga di atas rata-rata pengangguran dunia.

Terkait dengan itu, di Indonesia diyakininya, pesantren sebagai pusat pendidikan keagamaan yang moderat, mampu menangkal dan melindungi masyarakat dari radikalisme.

Karena itu, Ma’ruf Amin meminta perguruan tinggi untuk membangun jaringan dengan pesantren. Khususnya dalam pendidikan sains dan teknologi. Dia menyebutkan jumlah pesantren di Indonesia sekitar 28 ribu dengan sekitar 18 juta santri. (had/zuk)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kota Malang Borong Dua Penghargaan Halal 2026, Wali Kota Wahyu Perkuat Daya Saing UMKM

5 Mei 2026 - 15:36 WIB

PWI Pusat Finalisasi AD/ART dan Siapkan Transformasi Digital lewat Website hingga Podcast

5 Mei 2026 - 09:16 WIB

Inspiratif, Siswa SMPN 2 Pakisaji Terbitkan 5 Buku Orisinal Hasil Karya Sendiri

3 Mei 2026 - 07:36 WIB

HUT ke-44 KPJ, Anto Baret Soroti “Omong Kosong” Pemimpin dan Tegaskan Solidaritas Persaudaraan

3 Mei 2026 - 01:10 WIB

Kelas Jurnal Ayaskara Antar 25 Mahasiswa Raih Cumlaude dan Publikasi SINTA 4

2 Mei 2026 - 23:11 WIB

Disnaker Probolinggo Fasilitasi Perundingan Tripartit, Kuasa Hukum Pekerja Soroti PHK Sepihak

2 Mei 2026 - 14:33 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !