BACAMALANG.COM – Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya dipahami saat keadaan darurat terjadi. Pengetahuan tentang cara menyelamatkan diri perlu dikenalkan sejak usia sekolah agar anak-anak terbiasa bersikap tenang dan tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana datang.
Pesan itulah yang dibawa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melalui kegiatan Sosialisasi Mitigasi Bencana dan Simulasi Gempa Bumi di SDN 4 Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung.
Sebanyak 116 siswa mengikuti kegiatan yang digelar di halaman sekolah tersebut. Para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai kebencanaan, tetapi juga diajak belajar melalui permainan edukatif dan praktik langsung menghadapi situasi gempa.
Sejumlah personel BPBD Kabupaten Malang mendampingi siswa dalam simulasi evakuasi mandiri. Mereka diperkenalkan dengan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika gempa terjadi, termasuk bagaimana tetap tenang dan segera menuju tempat yang lebih aman.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan edukasi kebencanaan sejak dini menjadi bagian penting dalam membangun karakter anak yang tanggap terhadap risiko bencana.
“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan serta pengenalan mendasar mengenai penanggulangan bencana. Selain itu, kita ingin menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini kepada para siswa,” ujar Purwoto kepada BACAMALANG.COM, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, penyampaian materi dengan pendekatan yang interaktif membuat anak-anak lebih mudah menerima dan mengingat pesan-pesan keselamatan.
Simulasi, kata Purwoto, juga memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang apa yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu terjadi gempa bumi.
“Harapannya, anak-anak ini bisa menjadi Sahabat Tangguh yang mampu melindungi dirinya sendiri dan lingkungan sekitar ketika menghadapi situasi darurat,” jelasnya.
Kolaborasi antara pihak swasta, sekolah, dan BPBD Kabupaten Malang tersebut berlangsung lancar. Antusiasme siswa terlihat selama mengikuti rangkaian edukasi hingga simulasi evakuasi.
Melalui kegiatan semacam ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak dini.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































