BACAMALANG.COM – PT Amerta Indah Otsuka kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui Culture Exchange Program yang mempertemukan siswa JOTO High School, Tokushima, Jepang dengan Brawijaya Smart School (BSS) Malang. Program ini menjadi wadah bagi generasi muda kedua negara untuk saling belajar tentang budaya, lingkungan, serta mengembangkan solusi bersama dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond H., M.AP, Direktur Yayasan Brawijaya Smart School Dr. Binti Maksuda J., serta jajaran manajemen PT Amerta Indah Otsuka sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi internasional yang berorientasi pada pendidikan dan pelestarian lingkungan.
Program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin antara JOTO High School dan Brawijaya Smart School sejak keduanya berpartisipasi dalam World Kansai Expo 2025 melalui tema Resource Recycling. Kolaborasi tersebut mendorong generasi muda untuk menghadirkan inovasi berbasis ekonomi sirkular dan pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab.
Salah satu hasil kolaborasi yang menjadi perhatian adalah Circulating Giboshi, sebuah karya berbentuk ornamen tradisional Jepang yang dibuat dari botol plastik bekas hasil pengumpulan siswa di Indonesia dan Jepang. Giboshi sendiri merupakan ornamen khas Tokushima yang biasanya dipasang di tiang jembatan sebagai simbol perlindungan dari berbagai marabahaya.
Dalam program ini, Giboshi dimaknai ulang sebagai simbol persahabatan, harapan, dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian bumi melalui aksi nyata pengurangan sampah plastik serta pemanfaatan kembali material yang telah digunakan.
Perwakilan PT Amerta Indah Otsuka, Kozue Nakada, mengatakan perusahaan meyakini pendidikan dan kolaborasi merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan filosofi Otsuka, “People creating new products for better health worldwide.”
“Di Otsuka, kami percaya bahwa sustainability bukan hanya mengenai bagaimana perusahaan menjalankan bisnis secara bertanggung jawab, tetapi juga bagaimana kami dapat menginspirasi generasi berikutnya untuk menjadi bagian dari solusi. Melalui Culture Exchange ini, kami ingin membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Jepang sekaligus menanamkan nilai bahwa setiap tindakan kecil, seperti mendaur ulang satu botol plastik, dapat memberikan dampak besar bagi masa depan bumi,” ujar Kozue Nakada.
Ia menambahkan, hubungan Otsuka dengan Prefektur Tokushima sebagai tempat lahirnya Otsuka Group menjadi alasan penting di balik penyelenggaraan program tersebut. Melalui pendidikan, budaya, dan kepedulian terhadap lingkungan, perusahaan berharap hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang semakin erat.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Drs. Gamaliel Raymond H., M.AP, mengapresiasi langkah PT Amerta Indah Otsuka dalam menghadirkan edukasi lingkungan melalui pendekatan kolaboratif dan internasional.
“Keberhasilan membangun kota yang berkelanjutan sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Program seperti ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dikemas secara kreatif melalui pertukaran budaya dan kolaborasi internasional. Kami berharap semakin banyak anak muda yang terdorong menerapkan gaya hidup yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan menjadi agen perubahan di masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Yayasan Brawijaya Smart School, Dr. Binti Maksuda, menilai pengalaman belajar bersama siswa Jepang memberikan manfaat yang melampaui aspek akademik.
“Anak-anak kami tidak hanya belajar mengenai budaya Jepang, tetapi juga mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, kolaborasi, serta menjadi warga dunia yang peduli terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim dan pengelolaan sampah. Pengalaman ini membentuk karakter mereka sebagai global citizens yang siap menghadapi tantangan masa depan,” terangnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti diskusi mengenai resource recycling, pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, serta berbagai aksi pelestarian lingkungan. Mereka juga saling bertukar pengalaman mengenai kondisi lingkungan di Indonesia dan Jepang, sekaligus merancang berbagai gagasan yang dapat diterapkan di sekolah maupun masyarakat.
Mengusung tema “An Invisible Bridge Uniting Youth for a Sustainable Future,” program ini diharapkan menjadi awal dari semakin banyak kolaborasi yang memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang sekaligus melahirkan inovasi baru dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, PT Amerta Indah Otsuka juga menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, kemitraan global, serta pelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































