Wayang Kulit “Ruwatan Deso” Hidupkan Tradisi dan Guyub Warga Poncokusumo - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 9 Agu 2026 09:19 WIB ·

Wayang Kulit “Ruwatan Deso” Hidupkan Tradisi dan Guyub Warga Poncokusumo


 Simbolis penyerahan salah satu tokoh pewayangan yang akan ditampilkan dalam acara budaya tersebut. (IG DPRD Kabupaten Malang) Perbesar

Simbolis penyerahan salah satu tokoh pewayangan yang akan ditampilkan dalam acara budaya tersebut. (IG DPRD Kabupaten Malang)

BACAMALANG.COM – Nuansa budaya Jawa begitu terasa di Balai Desa Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Pagelaran wayang kulit bertajuk “Ruwatan Deso” digelar sebagai bagian dari upaya menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.

Pagelaran tersebut menghadirkan dalang Ki Ardhi Poerboantono dan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, S.Sos. bersama Bupati Malang. Kehadiran para pimpinan daerah itu menjadi bentuk dukungan terhadap keberlangsungan seni dan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Lebih dari sekadar tontonan, tradisi Ruwatan Deso memiliki makna sosial dan spiritual bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memanjatkan rasa syukur atas keselamatan dan keberkahan desa, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan tali silaturahmi antarwarga.

Pagelaran wayang kulit juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda. Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus budaya global, keberadaan seni tradisi dinilai penting untuk tetap dirawat agar tidak kehilangan tempat di tengah kehidupan masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi, menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan sebuah pertunjukan seni, tetapi juga menjaga identitas dan karakter masyarakat.

“Melestarikan budaya bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga merawat jati diri dan memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar Darmadi.

Menurutnya, kegiatan kebudayaan seperti Ruwatan Deso memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal sekaligus menjadi perekat persatuan masyarakat.

DPRD Kabupaten Malang, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang mampu menghidupkan seni dan tradisi daerah. Upaya tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan Kabupaten Malang, sehingga kemajuan daerah tetap memiliki pijakan kuat pada budaya dan kearifan lokal.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Thrifty Rilis Album Perdana dan Single “Yang Pertama”, Kisah Cinta Diam-Diam yang Penuh Makna

8 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Wali Kota Batu Apresiasi Turnamen Catur Bahagia SIWO PWI Malang Raya, Perkuat Sportivitas dan Sinergi Antarlembaga

6 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Sumberdem Peringati Hari Anak Nasional Lewat Permainan Tradisional Bertema “Pelangi Anak Nusantara”

4 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Buku Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang, Menelusuri Jejak Komunitas yang Membentuk Wajah Kota

4 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Kolaborasi PartiLibur Caravan, Bawa Kota Batu Naik Kelas Sebagai Destinasi Festival Musik

3 Agustus 2026 - 01:33 WIB

NTRL Hipnotis Penonton Partilibur Caravan 2026, Tribute Haru untuk Trisno Pas Band

1 Agustus 2026 - 23:16 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !