Junrejo Culture Carnival 2026 Meriah, Tampilkan Pesona Budaya Nusantara - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 9 Agu 2026 18:29 WIB ·

Junrejo Culture Carnival 2026 Meriah, Tampilkan Pesona Budaya Nusantara


 Kades Junrejo, Andi Faisal Hasan didampingi sang istri tercinta saat tengah sesi foto bersama para peserta karnaval. (Yan) Perbesar

Kades Junrejo, Andi Faisal Hasan didampingi sang istri tercinta saat tengah sesi foto bersama para peserta karnaval. (Yan)

BACAMALANG.COM – Ribuan warga Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tumpah ruah memeriahkan Junrejo Culture Carnival 2026, Minggu (9/8/2026). Karnaval budaya yang digelar Pemerintah Desa Junrejo bersama masyarakat tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kreasi budaya Nusantara.

Mengusung tema “Beragam dalam Budaya, Bersatu Membangun Desa”, kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian Selamatan Desa sekaligus menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sekitar 4.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat ambil bagian dalam karnaval. Mereka berasal dari satuan pendidikan mulai PAUD hingga SMA/SMK, lembaga desa, hingga perwakilan warga dari setiap Rukun Warga (RW) di Desa Junrejo.

Beragam kostum, kesenian, dan kreasi budaya menghiasi sepanjang jalur karnaval. Setiap kontingen juga dituntut menghadirkan unsur budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

Angkat Keberagaman Budaya Nusantara

Ketua Panitia Junrejo Culture Carnival 2026, Simon Purwo Ali, mengatakan bahwa unsur budaya menjadi bagian penting dalam setiap penampilan peserta.

Menurutnya, kontingen tidak sekadar mengikuti arak-arakan, tetapi harus mampu menampilkan kreasi yang memiliki keterkaitan dengan adat dan budaya daerah tertentu di Indonesia, seperti Jawa Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Bali.

“Wajib hukumnya di sound itu ada kreasi adat yang sesuai tema. Jadi tidak hanya jalan saja, tetapi tentunya juga harus ada unsur budayanya,” ujar Simon, yang akrab disapa Pak Po.

Selain mengedepankan kreativitas budaya, panitia juga memberlakukan sejumlah aturan untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Salah satunya berkaitan dengan penggunaan perangkat audio berukuran besar.

Setiap kontingen dibatasi maksimal menggunakan enam unit subwoofer. Pembatasan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara para Ketua RW se-Desa Junrejo, panitia, pemerintah desa, serta pihak kepolisian.

“Kesepakatan ini hasil musyawarah antara Ketua RW se-Desa Junrejo, panitia, pemerintah desa, dan pihak kepolisian untuk menjaga ketertiban umum,” jelasnya.

Simon mengakui penggunaan sistem suara berukuran besar atau yang belakangan populer dengan istilah “sound horeg” menjadi tren di tengah masyarakat. Namun, menurutnya, penggunaannya tetap perlu dikendalikan agar tidak mengganggu jalannya kegiatan.

“Tidak jauh beda dengan tahun lalu, cuma tahun ini kebanyakan sound. Saya anggap ini wabah sound karena memang sedang ngetren. Namun, tetap harus kita batasi,” tegasnya.

Bukan Sekadar Hiburan

Kepala Desa Junrejo, Andi Faizal Hasan, menegaskan bahwa Junrejo Culture Carnival tidak semata-mata menjadi tontonan hiburan bagi masyarakat.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang edukasi sosial sekaligus sarana untuk menanamkan nilai nasionalisme, memperkuat karakter kebangsaan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Menurut Andi, tema “Beragam dalam Budaya, Bersatu Membangun Desa” menggambarkan kondisi masyarakat Junrejo yang hidup dalam keberagaman, namun tetap memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam membangun desa.

“Tema tersebut dipilih sebagai representasi semangat masyarakat Junrejo yang hidup dalam keberagaman budaya, bersatu dalam cita-cita mewujudkan pembangunan desa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ia berharap keterlibatan aktif masyarakat, terutama generasi muda, dapat menjadi momentum untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Nusantara.

“Koordinasi dengan aparat keamanan juga dilakukan secara intensif sejak jauh hari untuk memastikan rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Selamatan Desa Berlanjut hingga 23 Agustus

Rangkaian Selamatan Desa Junrejo dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI masih akan berlanjut. Puncak seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026 mendatang.

Menurut Andi, puncak kegiatan akan dikemas melalui sebuah resepsi akbar yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Desa Junrejo. “Ya, itu nantinya melalui sebuah resepsi akbar yang mempertemukan seluruh elemen warga masyarakat Desa Junrejo dalam suasana kebersamaan,” tandasnya.

Pewarta: Eko Sabdianto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Wayang Kulit “Ruwatan Deso” Hidupkan Tradisi dan Guyub Warga Poncokusumo

9 Agustus 2026 - 09:19 WIB

Thrifty Rilis Album Perdana dan Single “Yang Pertama”, Kisah Cinta Diam-Diam yang Penuh Makna

8 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Wali Kota Batu Apresiasi Turnamen Catur Bahagia SIWO PWI Malang Raya, Perkuat Sportivitas dan Sinergi Antarlembaga

6 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Sumberdem Peringati Hari Anak Nasional Lewat Permainan Tradisional Bertema “Pelangi Anak Nusantara”

4 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Buku Lintas Sejarah Etnis Tionghoa di Malang, Menelusuri Jejak Komunitas yang Membentuk Wajah Kota

4 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Kolaborasi PartiLibur Caravan, Bawa Kota Batu Naik Kelas Sebagai Destinasi Festival Musik

3 Agustus 2026 - 01:33 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !