BACAMALANG.COM – Langit Kota Malang selama dua hari, 8–9 Agustus 2026, semarak dengan beragam bentuk dan warna layang-layang dalam gelaran Malang Solidarity Sky Fest (MSSF) 2026.
Festival yang berlangsung di Lapangan Layang-Layang Gadang 12B, Kecamatan Sukun, tersebut resmi ditutup pada Minggu (9/8/2026) sore. Penutupan turut dihadiri Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin yang memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival.
Ali menilai MSSF 2026 bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, festival tersebut menjadi ruang untuk menyalurkan kreativitas, mempertemukan komunitas, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program Pemerintah Kota Malang, khususnya melalui Dasa Bakti yang mendorong kreativitas masyarakat.
“Bagian dari Malang Solidarity Sky Fest ini menunjang program kami, Dasa Bakti kami, Malang Tahes dan Kreativitas. Tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kita menjaga semua kreativitas yang muncul dan berkembang di Kota Malang,” ujar Ali.
Ia berharap MSSF dapat terus berkembang dan memiliki jangkauan yang semakin luas. Keberadaan komunitas kreatif, kata Ali, merupakan potensi yang dapat memperkuat daya tarik Kota Malang sebagai kota berbasis kreativitas dan event.
Ali juga mendorong agar penyelenggaraan MSSF pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas lebih besar dengan melibatkan lebih banyak komunitas dan pelaku UMKM.
“Kita bangga dan bahagia, karena ini bisa meningkatkan daya jual Kota Malang. UMKM yang ada dalam acara juga bisa diperbesar, bisa diperbanyak lagi. Generasi muda juga bisa kita tumbuhkembangkan,” jelasnya.
MSSF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari bazar UMKM, pameran layangan hias, ekshibisi bermain layang-layang, lomba video konten, hingga kompetisi layang-layang.
Tak hanya menjadi agenda hiburan, festival tersebut juga menjadi ruang bertemunya komunitas pelayang dari berbagai wilayah di Malang Raya.
Mengusung tema “Bersatu di Langit, Melayangkan Kreativitas”, MSSF 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Malang.
Pada hari pertama, Sabtu (8/8/2026), sebanyak 64 tim dari sekitar 20 komunitas se-Malang Raya ambil bagian dalam lomba sambit. Para peserta datang dari sejumlah wilayah, di antaranya Gondanglegi, Singosari, Kota Malang, hingga Kota Batu.
Ketua Pelangi Kota Malang Mohammad Saiful Hamzah sebelumnya mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya regenerasi pegiat layang-layang.
Menurutnya, permainan tradisional layang-layang memiliki potensi sebagai aktivitas positif bagi generasi muda sekaligus menjadi bagian dari budaya masyarakat yang perlu terus dilestarikan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana MSSF 2026 Deny Rahmawan menegaskan bahwa festival tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi.
MSSF juga menjadi wadah silaturahmi antarkomunitas sekaligus ruang untuk memperkenalkan layang-layang kepada generasi muda. “Agenda ini selain menjadi pembibitan dan ajang kompetisi, juga menjadi kesempatan untuk silaturahmi,” tandasnya.
Selain memperkuat komunitas, festival tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif. Keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan menjadi salah satu bagian yang memperluas manfaat festival bagi masyarakat.
Penutupan MSSF 2026 turut dihadiri Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno bersama Kapolsek Sukun Kompol Ryan Wahyuningtyas.
Hadir pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Malang M. Nur Widiyanto, Anggota DPRD Kota Malang H. Rokhmad dan Kristina, Ketua KORMI Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Sekretaris KONI Kota Malang Joko Purwosusanto, Kabid Olahraga Disporapar Kota Malang Bagus, jajaran Kecamatan Sukun, Lurah Gadang, serta jajaran terkait lainnya.
MSSF 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendukung program 1.000 Event Pemerintah Kota Malang serta Dasa Bakti, khususnya Ngalam Tahes dan Ngalam Asik.
Melalui penyelenggaraan event kreatif berbasis komunitas tersebut, Kota Malang diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata event yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































