BACAMALANG.COM – Perjalanan dua kereta api (KA) tujuan Malang mengalami keterlambatan cukup signifikan akibat gangguan operasional di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Kamis (27/8/2026).
Gangguan terjadi di petak jalan Srowot–Klaten dan berdampak pada perjalanan sejumlah kereta api, termasuk KA yang menuju Stasiun Malang. Dua perjalanan yang terdampak yakni KA 68 Malabar relasi Bandung–Malang dan PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak keterlambatan tersebut.
“KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas keterlambatan perjalanan yang terjadi. Gangguan operasional di wilayah Daop 6 Yogyakarta berdampak pada perjalanan sejumlah KA sehingga diperlukan pengaturan perjalanan dan koordinasi secara bertahap untuk memastikan perjalanan tetap berlangsung dengan aman,” ujar Mahendro.
Ia menjelaskan, gangguan tersebut terjadi setelah sarana kereta api terdampak insiden tertemper truk di JPL 295 pada jalur hulu antara Srowot–Klaten.
KAI kemudian melakukan penanganan dan evakuasi sarana secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan pelanggan, petugas, serta kelancaran perjalanan kereta api.
Setelah proses evakuasi selesai, pengaturan perjalanan kembali dilakukan secara bertahap untuk memulihkan pola operasi sekaligus meminimalkan dampak keterlambatan terhadap perjalanan KA lainnya.
Berdasarkan pemantauan pada Kamis pagi, KA 68 Malabar tercatat berada di Stasiun Palur pukul 06.48 WIB dengan keterlambatan mencapai 297 menit.
KA relasi Bandung–Malang tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Malang pukul 11.49 WIB dengan keterlambatan sekitar 297 menit.
Sementara itu, PLB 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang berada di Stasiun Walikukun pada pukul 09.48 WIB dengan keterlambatan 35 menit. Kereta tersebut diperkirakan tiba di Stasiun Malang pukul 14.25 WIB.
“Kami sangat mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan kepercayaan pelanggan, khususnya pelanggan KA Malabar yang terdampak keterlambatan cukup panjang. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi rencana perjalanan pelanggan,” kata Mahendro.
Menurutnya, petugas terus melakukan pemantauan dan pengaturan perjalanan agar pola operasi dapat kembali normal secara bertahap. Namun, estimasi waktu kedatangan masih dapat berubah menyesuaikan kondisi operasional di lapangan.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, KAI juga memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku. Layanan tersebut disesuaikan dengan durasi keterlambatan, antara lain berupa minuman, makanan ringan, dan/atau makanan berat.
“Service recovery kami berikan sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian KAI kepada pelanggan yang terdampak. Kami berharap layanan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pelanggan selama perjalanan mengalami keterlambatan,” terang Mahendro.
KAI mengimbau pelanggan untuk tetap tenang dan mengikuti arahan petugas selama proses pemulihan operasional. Informasi terbaru mengenai perjalanan KA dapat diperoleh melalui petugas di stasiun maupun kanal informasi resmi KAI.
“KAI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, termasuk dalam menghadapi kondisi operasional yang berdampak pada perjalanan. Sekali lagi, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami,” pungkas Mahendro.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



















































