BACAMALANG.COM – Warga sekitar jalur perlintasan KM 57+3, Dusun Karangsono, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Rabu (26/8/2026) heboh. Kegemparan dipicu kejadian tragis seorang pelajar SU (14) warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, tewas setelah tertemper Kereta Api Malabar 69 relasi Malang-Bandung.
Kapolsek Pakisaji, AKP Sunarko Rusbiyanto, memberikan keterangan terkait kejadian ini Rabu (26/8/2026). “Petugas jalur perlintasan langsung (JPL) 90 Pakisaji kemudian mengecek informasi tersebut. Polisi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang langsung mendatangi lokasi,” ujar AKP Sunarko Rusbiyanto, Kapolsek Pakisaji.
Peristiwa tersebut diterima petugas sekitar pukul 05.30 WIB. Laporan awal berasal dari pusat pengendali perjalanan kereta api di Surabaya setelah mendapat informasi dari KA Malabar 69.
Berdasarkan informasi awal, korban berada di sekitar jalur rel seorang diri ketika kejadian. Sementara itu, KA Malabar 69 diketahui sedang melintas dari Malang menuju Bandung.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati korban berada di area persawahan di pinggir jalur rel. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dengan luka parah pada bagian kepala dan tangan.
Petugas kepolisian, PMI, serta petugas Stasiun KAI Pakisaji kemudian melakukan evakuasi terhadap korban. Jenazah dibawa ke RSUD Kepanjen untuk menjalani visum et repertum.
Polisi masih melakukan pendalaman terkait kronologi pasti korban berada di jalur rel hingga akhirnya tertemper kereta api. Petugas juga melakukan penanganan di lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan yang diperlukan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































