BACAMALANG.COM – Calon pengantin di Malang Raya dapat mengeksplorasi berbagai konsep pernikahan dalam Atria Wedding Fair 2026 yang digelar Atria Hotel Malang pada 17–18 Oktober 2026. Mengusung tema “Forever Begins Here”, acara ini menghadirkan pengalaman pernikahan tradisional dan modern dalam satu tempat.
Berlangsung pukul 10.00–22.00 WIB di Grand Ballroom Atria Hotel Malang, pameran ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk maupun registrasi.
Atria Wedding Fair 2026 dirancang untuk membantu calon pengantin menemukan referensi sekaligus mempersiapkan kebutuhan pernikahan. Pengunjung dapat melihat langsung venue, berkonsultasi dengan vendor, membandingkan layanan, hingga mencicipi hidangan melalui sesi test food.
Yusnie Azhari, Sales and Marketing Director Atria Hotel Malang, menyampaikan bahwa Atria Wedding Fair 2026 menghadirkan perpaduan konsep pernikahan tradisional dan modern. Perpaduan tersebut memberikan keleluasaan bagi calon pengantin untuk menentukan gaya pernikahan sesuai preferensi dan kebutuhan masing-masing.
“Mengusung tema “Forever Begins Here”, pameran ini dirancang sebagai titik awal bagi pasangan untuk mempersiapkan hari istimewa mereka. Melalui konsep layanan tailor-made dan one-stop shopping, calon pengantin dapat merancang berbagai kebutuhan pernikahan, mulai dari konsep acara, dekorasi, hingga susunan prosesi akad atau pemberkatan dan resepsi,’ paparnya dalam Press Conference Atria Wedding Fair 2026 di Ivory 3 dan 4, Atria Hotel Malang, Selasa (13/10/2026).
Ia mengaskan bahwa dukungan jaringan rekanan atau vendor terpercaya juga memungkinkan calon pengantin memadukan berbagai elemen pernikahan secara fleksibel. Pengunjung dapat melihat langsung penataan dekorasi, mengeksplorasi pemanfaatan ruang acara (venue), sekaligus berkonsultasi mengenai layanan yang sesuai dengan konsep pernikahan yang diinginkan.
“Konsep tradisional menawarkan suasana pernikahan yang tetap mempertahankan unsur budaya, tetapi dikemas secara personal dan relevan bagi pasangan masa kini. Sementara itu, konsep modern memberikan pilihan yang lebih kontemporer dan fleksibel, menyesuaikan venue, anggaran, jumlah tamu, serta karakter pasangan,” jelasnya.
Sebanyak 20 mitra pernikahan terlibat dalam kegiatan tersebut, terdiri atas sembilan vendor untuk kategori tradisional dan 11 vendor kategori modern.
Pada kategori tradisional, sejumlah mitra yang hadir di antaranya Feliz Organizer, Arjuna Decoration, Antzcreator, Vinoqi Entertainment, Snap n Grab, Artsee, Sapto Beskap, Anarav Label, dan By Custom Mahar Seserahan.
Sementara kategori modern menghadirkan Edelweiss Event Organizer, Sebastian Decoration, Isoduo Photo & Video, Repeat Photobooth, Bie Hien, Lavani Atelier, Velvet Entertainment, Olivia Stephanie Make Up Artist, Art n Motions Dance School, Gajahhimer Signature, serta Ivore Wedding Cake Studio.
Menurut Yusnie, kehadiran pameran secara langsung atau offline memberikan kesempatan bagi calon pengantin untuk berdiskusi tatap muka dengan para penyedia jasa, mulai dari wedding organizer (WO), dekorator, penyedia busana pengantin (bridal), hiburan, hingga tim dokumentasi.
“Melalui pertemuan langsung tersebut, calon pengantin dapat membahas konsep, menanyakan detail layanan, serta mendiskusikan penawaran harga secara lebih efektif dan transparan. Interaksi ini sekaligus memberikan ruang bagi pasangan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas sebelum menentukan pilihan vendor dan menyusun perencanaan pernikahan,” tandasnya.
Pameran ini juga menghadirkan perspektif dari para pelaku industri pernikahan untuk memberikan inspirasi kepada calon pengantin dalam menentukan konsep acara.
Achmad Safiaji, Founder Feliz Organizer, berbagi pandangan mengenai konsep Traditional Wedding. Menurutnya, unsur tradisi tetap dapat dikemas secara personal melalui pemilihan dekorasi, busana, hiburan (entertainment), dokumentasi, hingga alur acara yang disesuaikan dengan karakter dan keinginan pasangan.
“Tapi pernikah oitu bukan hanya tentang calon mempelai, karena akan melibatkan keluarga besar bahkan tamu undanga, sehingga segala hal sudahkam i antisipasi dengan pendekatan-pendekatan dalam rapat sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, perspektif Modern Wedding disampaikan Gusgianto Aris Wijaya, Owner Edelweiss Event Organizer.
“Kami siap membahas berbagai referensi pernikahan dapat diterjemahkan menjadi konsep yang aplikatif, dengan mempertimbangkan kebutuhan serta kondisi masing-masing pasangan,” tegasnya.
Hilma Hendriyani, Corporate Director of Sales & Marketing Parador Hotels & Resorts menuturkan, Wedding Fair menjadi kesempatan bagi calon pengantin untuk melihat berbagai pilihan secara langsung, membandingkan kebutuhan, dan berbicara dengan vendor yang mungkin akan menjadi partner mereka.
Selain konsultasi vendor dan pengalaman venue, Atria Wedding Fair 2026 juga menghadirkan penawaran khusus serta program hadiah dengan mekanisme berbeda.
Untuk hadiah langsung bagi pasangan yang melakukan deal, tersedia kesempatan memperoleh dua malam menginap di Premier Room, mini pastry sesuai jumlah pesanan, serta minuman sesuai jumlah pesanan dengan pilihan ice lime tea atau fruit punch.
Ada pula program undian bagi pasangan yang melakukan deal selama pameran, dengan hadiah berupa complimentary akad, logam mulia total dua gram, paket bulan madu di Royal Suite, serta voucher menginap di Premier Room.
Bagi kategori Top Spender 2027, tersedia hadiah liburan ke Pattaya untuk dua orang, mengikuti mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Pengunjung yang datang dan membuat konten mengenai Atria Wedding Fair 2026 juga berkesempatan mengikuti program hadiah. Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda listrik, air fryer, magic com, setrika, perangkat elektronik lainnya, serta 10 voucher menginap.
Pengundian program konten dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB dan disiarkan secara langsung melalui akun media sosial Atria Hotel Malang.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW





















































