Menteri PU Dorong Revitalisasi Bendungan Besar, Antisipasi Dampak El Nino dan Perkuat Ketahanan Air Nasional - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 7 Nov 2026 15:35 WIB ·

Menteri PU Dorong Revitalisasi Bendungan Besar, Antisipasi Dampak El Nino dan Perkuat Ketahanan Air Nasional


 Menteri PU Dody Hanggodo bersama Rektor UB, Direktur Utama PJT I, dan Ketua Umum Inacold saat menggelar konferensi pers usai membuka Seminar Nasional Bendungan Besar di Fakultas Teknik (FT) UB. (ist) Perbesar

Menteri PU Dody Hanggodo bersama Rektor UB, Direktur Utama PJT I, dan Ketua Umum Inacold saat menggelar konferensi pers usai membuka Seminar Nasional Bendungan Besar di Fakultas Teknik (FT) UB. (ist)

BACAMALANG.COM – Pemerintah terus memperkuat strategi pengelolaan bendungan besar sebagai langkah menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus menjaga ketahanan air, pangan, dan energi nasional. Revitalisasi serta optimalisasi pengelolaan bendungan dinilai menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan dan perubahan pola musim.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Anggota Biasa (RAB), Rapat Anggota Tahunan (RAT), dan Seminar Nasional Bendungan Besar 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum bersama Komite Nasional Indonesia untuk Bendungan Besar (KNI-BB) atau INACOLD.

Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 November 2026 di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), Kota Malang, itu mengusung tema “Strategi Penguatan Tata Kelola Bendungan Besar untuk Adaptasi dan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim”.

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, secara resmi membuka rangkaian kegiatan tersebut melalui prosesi pemukulan gong.

Dalam sambutannya, Dody menegaskan bahwa bendungan besar merupakan infrastruktur strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan air, pangan, dan energi. Karena itu, pengelolaan bendungan perlu terus dioptimalkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Menurutnya, tantangan perubahan iklim menuntut pengelolaan infrastruktur sumber daya air yang semakin adaptif, efektif, dan berkelanjutan.

Ketua Umum INACOLD, Adenan Rasyid, turut menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin kompleks.

“Kita berada pada era di mana perubahan iklim menuntut kita untuk berpikir lebih maju dan adaptif. Bendungan merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang menjadi urat nadi kehidupan bangsa sebagai penyedia air bersih domestik, tulang punggung irigasi pertanian, dan motor penggerak transisi energi bersih kita,” ujarnya.

Ia optimistis, melalui kolaborasi yang kuat, pengelolaan infrastruktur sumber daya air dapat terus dikembangkan secara inovatif dan berkelanjutan.

Tinjau Bendungan Sutami dan Potensi Energi Terbarukan

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta Seminar Nasional Bendungan Besar 2026 juga mengikuti kunjungan lapangan (field trip) ke Bendungan Sutami dan kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Karangkates, Kabupaten Malang.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional Bendungan Besar 2026, Fahmi Hidayat, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung pengelolaan bendungan sekaligus pengembangan energi terbarukan.

Bendungan Sutami yang dikelola Perum Jasa Tirta I (PJT I) memiliki peran penting dalam penyediaan air dan pembangkitan listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas 105 megawatt (MW).

Di kawasan yang sama, peserta juga meninjau lokasi pengembangan PLTS Terapung Karangkates berkapasitas 130 megawatt-peak (MWp) yang menjadi bagian dari upaya pengembangan energi bersih.

“Integrasi energi hidro dan surya ini selaras dengan subtema transisi energi dan ketahanan air nasional yang kita gaungkan,” terang Fahmi.

Selain kunjungan lapangan, kegiatan tersebut juga diisi diskusi ilmiah, presentasi makalah, Young Professionals Forum, serta coaching clinic. Berbagai agenda itu membahas tantangan pembangunan dan pengelolaan bendungan, mulai dari keamanan bendungan, optimalisasi operasi waduk, adaptasi perubahan iklim, hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sumber daya air.

PJT I Siapkan Antisipasi Dampak El Nino

Di tengah pembahasan strategi pengelolaan bendungan, dampak fenomena El Nino menjadi salah satu perhatian utama. Fahmi Hidayat, yang juga menjabat Direktur Utama PJT I, menyampaikan bahwa perubahan iklim berpotensi memengaruhi ketersediaan air, terutama ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang dan debit air mengalami penurunan.

Kondisi tersebut menuntut pengelola sumber daya air untuk mengatur alokasi air secara cermat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kalau teman-teman sekarang merasakan adanya fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan panjang, kemudian ketersediaan air menjadi semakin kecil. Selama kita masih bisa mengalokasikan air untuk dimanfaatkan, kita akan terus melakukan upaya tersebut,” ungkap Fahmi.

Ia menambahkan, tantangan perubahan iklim tidak hanya berkaitan dengan kemarau panjang. Durasi musim hujan yang berpotensi lebih pendek juga dapat mengurangi kesempatan untuk mengisi kembali cadangan air di waduk dan bendungan.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PJT I menyiapkan langkah mitigasi, termasuk rencana pelaksanaan operasi modifikasi cuaca pada awal musim hujan dengan mempertimbangkan informasi dan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Perubahan iklim sekarang ini terkadang tidak bisa diprediksi. Bisa saja nanti pada musim hujan, waktunya menjadi lebih pendek. Sehingga berdasarkan mekanisme dan informasi dari BMKG, kami akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca pada saat awal musim hujan,” bebernya.

Operasi modifikasi cuaca direncanakan dilakukan ketika terdeteksi potensi pembentukan awan hujan yang memungkinkan intervensi. Upaya tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan peluang terjadinya hujan untuk menambah pasokan air dan mengisi tampungan yang tersedia.

“Begitu ada potensi awal yang memungkinkan terjadinya hujan, kita akan segera melakukan operasi modifikasi cuaca. Harapannya, potensi hujan yang ada bisa kita optimalkan sehingga dapat menambah cadangan air untuk menghadapi kebutuhan pada periode berikutnya,” tandas Fahmi.

Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Bendungan

Melalui Seminar Nasional Bendungan Besar 2026, pemerintah, akademisi, praktisi, dan pengelola bendungan diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam merumuskan strategi pengelolaan sumber daya air.

Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi yang mampu meningkatkan keamanan dan keandalan bendungan, mengoptimalkan pemanfaatan air, serta memperkuat kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim.

Dengan tata kelola yang adaptif dan berkelanjutan, bendungan besar diharapkan tetap menjadi infrastruktur andalan dalam menjaga ketahanan air, mendukung produktivitas pangan, dan menyediakan energi bagi pembangunan nasional.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hak Dibela, Sengketa Diselesaikan: Kiprah Agus Subyantoro & Partners di Kepanjen

6 November 2026 - 13:04 WIB

Arema Samarinda Siap Dilantik, Pulang ke Malang untuk Pererat Persaudaraan dan Silaturahmi

6 November 2026 - 06:40 WIB

Lanud Abd Saleh Perkuat Profesionalisme Prajurit Lewat Pembinaan Pendidikan TNI AU

5 November 2026 - 17:20 WIB

Kabar Baik bagi 36.680 Guru di Jatim, DPRD Sepakati Alokasi TPP Berkelanjutan

5 November 2026 - 01:33 WIB

35 Tahun Mengabdi di Pemkot Malang, Sam Ade d’Kross Kini Jadi Mediator Non-Hakim dan Tetap Berkontribusi di Bidang Tata Ruang

4 November 2026 - 18:20 WIB

Akademisi UB Raih Best Presenter di Konferensi Internasional Malaysia

2 November 2026 - 19:26 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !