Wacana Pemekaran Wilayah Kembali Muncul, Begini Ungkap Wartawan Senior - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 29 Sep 2021 11:10 WIB ·

Wacana Pemekaran Wilayah Kembali Muncul, Begini Ungkap Wartawan Senior


 Wacana Pemekaran Wilayah Kembali Muncul, Begini Ungkap Wartawan Senior Perbesar

BACAMALANG.COM – Wacana penggantian nama Kabupaten Malang yang diikuti pemekaran wilayah, mendapat tanggapan luas. Salah satunya dari wartawan senior, Widodo Irianto.

“Jika memang ada pemekaran antara Malang Selatan dan Malang Utara, saya pribadi kurang setuju. Karena, kawasan Malang Selatan tidak sesubur kawasan Malang Utara. Kurang adil lah, Malang Utara itu ekonominya sangat siap ketimbang Malang Selatan,” jelas Wartawan senior, Widodo Irianto, baru-baru ini.

Lanjut dia, wacana pemekaran wilayah yang sempat timbul tenggelam tersebut sudah muncul pada era Bupati Malang Eddy Slamet (1980 – 1985) silam. “Pemekaran itu gagasan Bupati Malang ke -14, sempat tenggelam dan timbul lagi di era Bupati M Said (1995-2000) yang merupakan Bupati ke 16,” terang Widodo Irianto.

Mantan Wartawan Jawa Pos ini menjelaskan, munculnya wacana pemekaran itu, semakin santer dibicarakan di era kepemimpinan Bupati Malang ke 19 yakni Rendra Kresna (2010-2015).

Widodo menegaskan, pemekaran wilayah tersebut dinilai belum waktunya dilakukan, karena akan ada kesenjangan sosial-ekonomi rakyat di Malang Utara dan Malang Selatan.

“Malang Selatan yang perekonomiannya bersumber dari wisata dinilai belum mampu mendongkrak kesejahteraan rakyat Malang Selatan, berbeda dengan Malang Utara yang terdapat banyak industri,” tukasnya.

Sebagai informasi, luas hamparan wilayah Kabupaten Malang saat ini berada pada peringkat kedua di Pulau Jawa setelah Kabupaten Banyuwangi. Namun, jumlah desa dan jumlah kecamatan di Kabupaten Malang menduduki peringkat pertama. Tak ayal secara demografis pun jumlah penduduk Kabupaten Malang terbanyak.

Kabupaten Banyuwangi seluas 5.782,40 km2, berpenduduk 1,693 juta jiwa lebih, tersebar di 28 kelurahan dan 189 desa dalam wilayah 25 kecamatan. Kabupaten Malang seluas 3.530,65 km2, berpenduduk 2,464 juta jiwa lebih (dua kali jumlah penduduk Banyuwangi!), tersebar di 12 kelurahan dan 378 desa dalam wilayah 33 kecamatan. (*/had)

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Viral Perselisihan Bakar Sampah, Polres Batu Fasilitasi Perdamaian Lewat Restorative Justice

13 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Krisis Karhutla dan Lima Kegagalan Komunikasi Krisis, Ketika Pemerintah Justru Sibuk Membela Diri

13 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Kejari Kota Malang Musnahkan Barang Bukti Perkara, Narkotika Masih Mendominasi

13 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Dukung Pengendalian Emisi, Wali Kota Malang Perkuat Program Ngalam Seger dan Ngalam Rijik

13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Berkas Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta Dikembalikan JPU, Polisi Diminta Lengkapi Bukti

13 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Atasi Krisis Air di Kalipare, Polres Malang Salurkan Bantuan dan Fasilitasi Sumur Bor

13 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !