BACAMALANG.COM – Melakukan sosialisasi keuangan digital dan mendukung ketahanan pangan, Anggota Komisi XI DPR RI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, menjalankan kunjungan kerja (kunker) di 3 Kecamatan di Kabupaten Malang baru-baru ini.
Salah satu kegiatan, Andreas menyalurkan bantuan Rp 600 juta untuk pembangunan Masjid Baiturahman di Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, baru -baru ini.
Masyarakat Dusun Balearjo, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang memotong tumpeng diberikan kepada Andreas yang memberikan bantuan Rp 600 juta melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk pembangunan Masjid Baiturahman.
Diharapkan bantuan dapat memberikan masukan dan pendampingan lebih lanjut terhadap upaya pembangunan infrastruktur maupun peningkatan mutu dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kecamatan Tirtoyudo khususnya, dan Kabupaten Malang umumnya.
Sebagai wadah penyampaian aspirasi rakyat, DPR RI memberikan sosialisasi kebijakan Bank Indonesia tentang Cinta Bangga Paham (CBP) rupiah, karena masyarakat butuh untuk mengenali, merawat, dan menjaga mata uang rupiah. Karenanya sebagai alat pembayaran yang sah, perlu ada edukasi kepada seluruh lapisan masyarakat.
Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, kebanggaan dan rasa cinta terhadap rupiah juga terus bertransformasi. Tidak lagi terbatas pada transaksi tunai, upaya penyederhanaan sirkulasi keuangan juga mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi lewat transaksi non tunai.
“Diharapkan masyarakat mendapatkan edukasi yang matang terkait mata uang rupiah yang menjadi kebanggaan tanah air,” urainya.
Selanjutnya Jumat (13/8/2022) Andreas menjalankan kegiatan bersama Didik Gatot Subroto, SH. MH (Wakil Bupati Malang), dan Beni Witjaksono, SP. MM (Direktur BPKH Jakarta) di MTS Mambaul Ulum Gedangan Kabupaten Malang.
Selanjutnya pada Sabtu (13/08/22) menghadiri kegiatan Kolaborasi Ketahanan Pangan pemberian sumbangan PT Bentoel 5 ton pupuk untuk Program Urban Farming di Malang.
Masalah ketahanan pangan menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia. Apalagi Indonesia telah belajar dari permasalahan pandemi yang telah ada sejak dua tahun lalu, dan hingga sekarang masih terus dikendalikan.
Karenanya Andreas berkolaborasi mengatasi ancaman serius terhadap kondisi pangan tersebut, bersama PT Bentoel, dan Bank Indonesia Malang, membangun ketahanan pangan masyarakat dalam menghadapi krisis global.
Andreas mengatakan jika gejolak ekonomi dunia karena efek invasi Rusia ke Ukraina semakin membuat inflasi meningkat. Hampir semua negara mengalami inflasi, baik negara maju, negara berkembang merasakan dampaknya.
Dikatakannya invansi Rusia ke Ukraina, mengakibatkan suplay gas, dan suplay pangan terganggu, gandum harga naik 3 kali lipat. Lalu gejolak harga pangan, karena itu di seluruh dunia menghadapi inflasi yang tinggi, contohnya Amerika 11 persen, dan Inggris 9 persen.
Dipaparkannya penyebab inflasi di Indonesia salah satunya adalah di sektor hortikultura, dan karenanya membangun ketahanan pangan sangat diperlukan. “Karenanya gerakan nasional membangun ketahanan pangan sangat diperlukan,” pungkasnya. (had)





















































