BACAMALANG.COM – Upaya tim SAR gabungan, melakukan pencarian dua bocah SD hanyut di Sungai Brantas Jalan Talas Kecamatan Kedungkandang Kota Malang,
Senin (19/6/2023) akhirnya membuahkan hasil.
Satu korban ditemukan yang diduga atas nama M. Rifki (11). Korban ditemukan, Rabu (21/6/2023) pagi di bendungan Blobo Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang dalam kondisi meninggal dunia. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke Kamar Jenazah IKF RSSA Malang.
Kapolsek Kedungkandang Kompol Agus Siswo Hariyadi menjelaskan, penemuan korban ini dari hasil pemantauan tim yang ada di sekitar bendungan. Sekitar pukul 07.00, petugas bendungan dan tim, melihat ada benda aneh yang diduga manusia.
Merasa curiga, petugas langsung mengecek benda tersebut. Benar saja, ternyata ada tubuh seorang anak yang tersangkut di Bendungan Blobo.

“Saat dilihat ternyata memang manusia, dan ciri-cirinya sesuai informasi yang ada, diduga korban atas nama M. Rifki. Saat ini, kami masih lakukan cek lagi, karena korban sedang divisum di Kamar Jenazah IKF RSSA Malang,” jelasnya, Rabu (21/6//2023).
Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Malang Prayitno menjelaskan, untuk satu korban lainnya masih terus dalam pencarian. Untuk survivor atas nama Putra Wijayanto, masih belum ada tanda-tanda diketemukan.
“Sampai saat ini kami masih terus menggencarkan proses pencariannya. Sudah ada satu survivor yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan sedang menjalani visum. Saat ini kami masih mencoba mencari survivor kedua,” terangnya.
Untuk titik pencarian, arahan Basarnas Surabaya, sudah ada tim yang memantau. Di hari ketiga pencarian ini, petugas terus melihat dengan jeli setiap titik potensi, kemunculan korban.
Diberitakan sebelumnya, dua orang bocah bernama Putra Wijayanto (10) dan M. Rifki, (11), warga Jalan Talas Kecamatan Kedungkandang Kota Malang diinformasikan hilang, Senin (19/6/2023) pagi sekitar pukul 10.15 WIB. Keduanya terseret arus Sungai Brantas, sewaktu mereka bermain bersama lima teman lainnya.
Ironisnya, saat bermain hanyut-hanyutan di sungai, korban bernama Putra sempat mengaku kesakitan. Karena kakinya memerah terbentur batu. Saat itulah, ia meminta dilepaskan pegangannya, karena tidak kuat menahan sakit.
Sewaktu pegangannya dilepaskan oleh Rifki, keduanya (Putra dan Rifki) akhirnya hanyut terbawa arus sungai. Sedang 6 orang temannya sempat panik, dan tidak bisa menolong, begitu kedua tubuh temannya terjebak arus sungai.
Setelah itu, mereka (6 teman korban) pulang dan baru mengaku sekitar pukul 16.30. jika kedua korban hanyut. Saat itu, baru petugas pencarian dari unsur relawan dan instansi terkait turun, namun tidak menemukan jejak korban.
Pewarta : Rohim Alfarizi
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































