BACAMALANG.COM – Menyambut perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, Melati Restaurant dari Hotel Tugu Malang menyuguhkan kemegahan masakan tradisional dengan resep asli turun-temurun yang di masa lalu biasa disajikan sebagai bentuk persembahan untuk para Raja di Indonesia.
Sebagai resto yang dikenal menyajikan menu masakan otentik Indonesian Heritage, Melati restaurant menghadirkan Imperial Indonesian Cuisine yang dapat dinikmati mulai tanggal 16 hingga 31 Agustus 2023.
Menu kuliner ikonik dari seluruh kepulauan Indonesia yang disajikan tersebut sengaja untuk menggugah suasana nostalgia, dimana para tamu dapat menikmati menu-menu tersebut sambil mengingat kembali dan mengembalikan kebanggaan sejarah kuliner Indonesia serta memberikan kesempatan kepada tamu untuk merasakan masakan zaman kerajaan yang berjaya di masa lampau.
“Kami persembahkan rangkaian masakan dengan resep dari leluhur dalam pengalaman bersantap nikmat, serta bersama-sama memegahkan keaslian kuliner dan budaya Indonesia yang telah tercipta beraneka ragam,” ujar Budi Sesario, Media Relation dari Hotel Tugu Malang, Jumat (18/8/2023).
Budi menambahkan, para tamu dapat memilih ‘’The Connoisseur’s Premium Meats & Seafood Grill Fest’’ yang dapat dinikmati sebanyak 4 sampai 5 orang, di mana salah satu rangkaiannya adalah ‘A Luxurious Celebration Of Premium Meats’.
“Sebuah sajian mewah, yakni Premium Meat yang terdiri dari Striploin Wagyu MB 5, Tenderloin NZ, Australian Lamb Rack, Grilled Chicken Breast, dan Vegetable Shashlik bersama organic vegetable, beberapa saus, dan karbohidrat yang sehat di dalam satu nampan besar. Berkolaborasi dengan wagyu steaks premium dari Alpha Agro Indonesia (AAI), tamu dapat menikmati tekstur juicy dari daging premium ini,” paparnya.
Rangkaian lainnya ada ‘The Indonesian Archipelago Giant Lobster Celebration’, imbuhnya. Pihaknya menyuguhkan berbagai macam hasil laut Indonesia, salah satu yang istimewa ada Lobster yang dimasak dengan beraneka macam saus seperti Grilled Lobster Jimbaran Style, Lobster with Lemon and Garlic Butter, Lobster in Javanese ‘Rujak’ Spices, Lobster in Salted Egg Sauce, Lobster in Oyster Sauce, dan masih banyak lagi.
“Masih ada lagi, yakni ‘Imperial Indonesian Seafood Grill Platter’, yang tentu saja bisa dikombinasikan dengan Lobster sebagai pilihan, dan terdiri dari King Prawn serta Pomfret Fish yang semuanya disajikan dengan garlic herb butter, jagung, dan vegetable shashlik. Dibarengi dengan herb cassava, sweet potatoes, atau nasi merah putih dan aneka sambal sebagai pelengkap,” lanjutnya.
Ada pula ‘Nasi Tumpeng Bambu Runcing’, yang sangat cocok disajikan sebagai hidangan kenduri atau untuk disantap bersama. Menu ini bisa dinikmati mulai dari dua hingga lima orang, sangat cocok sebagai hidangan untuk disantap bersama. Terdiri dari kombinasi nasi gurih dan nasi merah, urapan putih ikan teri, telor bumbu kare, terik tahu, sambal goreng kering tempe, lodeh rebung, rendang daging, sambal bajak dan sambal lado mudo, serta peyek kacang.
“Tumpeng merupakan kependekan dari ’tumapaking panguripan-tumindak lempeng tumuju Pangeran’ yang artinya tertatanya hidup, berjalan lurus kepada Tuhan. Bentuk kerucut dikaitkan dengan gunung, yang berarti tempat rena yang dinilai sakral oleh masyarakat Jawa, karena memiliki kaitan yang erat dengan langit dan surga. Umumnya, pemotongan ujung tumpeng diawali dengan mengucap syukur kepada Tuhan atas perayaan yang terjadi lalu diserahkan kepada orang yang dihormati sebagai wujud peghormatan, kemudian barulah rangkaian tumpeng dapat disantap bersama-sama,” urainya.
Budi menambahkan, bahwa Indonesia juga kaya akan pilihan nasi campurnya yang khas dengan lauk yang berlimpah, maka dari itu ‘Nasi Campur Naga Mesem’ dapat menjadi selera unik dalam bersantap. Mulai dari nasi pandan dan nasi gurih, sate ayam bumbu taliwang, anyang pakis, tahu dan telor bumbu kuning, sambal goreng tempe dan kentang, cumi masak hitam tuban, turmeric pickles, empal, pilihan sambal, dan peyek germut.
“Sebagai Grand Finale, tak lengkap rasanya tanpa hidangan penutup yang manis tapi tetap sehat khas Indonesia yaitu polo pendem. Bahan makanan khas ini biasanya hanya direbus saja sebelum disantap, tetapi di Melati Restaurant di kreasikan menjadi berbagai macam dessert mewah nan lezat. Beberapa pilihannya mulai dari yang disajikan dingin seperti Taro Cheesse Cake, Getuk Uwi Pie, dan Es Campur 1 Agustus. Serta olahan polo pendem yang disajikan hangat ada Abok-abok ‘Bentol’ Bunga Telang Gula Melaka, dan Ketan Durian,” tandasnya.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































