Jurnalis di Kabupaten Malang Rapid Test Covid-19, Ini Hasilnya - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 8 Mei 2020 15:02 WIB ·

Jurnalis di Kabupaten Malang Rapid Test Covid-19, Ini Hasilnya


 Jurnalis di Kabupaten Malang Rapid Test Covid-19, Ini Hasilnya Perbesar

BACAMALANG.COM – Sedikitnya 23 jurnalis dari berbagai media yang bertugas di Kabupaten Malang menjalani rapid test Coronavirus disease 2019 atau Covid-19 hari ini, Jumat (8/5/2020).

Rapid test ini dilakukan karena jurnalis merupakan salah satu bagian dari garda depan dalam pandemi penyakit mematikan tersebut yang menggali informasi dan menyajikan kepada masyarakat.

Dari hasil rapid test para jurnalis itu sendiri, semuanya dinyatakan non-reaktif Covid-19.

Rapid test ini sendiri sebetulnya merupakan screening awal. Untuk mengetahui seseorang terjangkit Covid-19 atau tidak, perlu dilakukan tes yang lebih detail, yaitu swab test.

“Kita lakukan rapid test ini fungsinya adalah, temen-temen gampang tertular, karena setiap saat mencari berita, dan itu mereka tidak tahu, mencari berita mungkin kepada OTG (orang tanpa gejala, red). Ini yang membuat kami berpikiran perlu di rapid test. Kalau ada salah satu wartawan saja yang reaktif, akan kami lakukan swab, dan di cek apakah positif atau tidak,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo.

Meskipun hasil dari rapid test para jurnalis menunjukkan non-reaktif, sebenarnya pihak Dinas Kesehatan sudah menyiapkan langkah jika ada yang reaktif Covid-19.

“Sebelum itu, kalau reaktif, yang bersangkutan wajib isolasi mandiri. Ini adalah kesepakatan,” tutur mantan Direktur Utama RSUD Lawang ini.

Sementara itu, Koordinator Pokja Jurnalis Kanjuruhan Kabupaten Malang, Cahyono menyampaikan jika selama ini para juru tulis kerapkali mengabaikan kondisi kesehatan demi mengejar berita. Oleh karenanya, jurnalis Harian Bhirawa itu mengimbau kepada rekan sejawatnya agar tetap memerhatikan kondisi kesehatan selama menjalankan tugas.

“Teman-teman ini sebagai garda depan peliputan Covid-19, sehingga perlu di rapid test supaya tahu apakah dia terpapar Covid-19 atau tidak. Karena terkadang temen-temen wartawan tidak mementingkan kesehatannya sendiri, tapi mengejar pemberitaan tanpa melihat kondisinya. Rapid test juga agar tahu kondisi kesehatan temen-temen wartawan,” ungkap pria yang akrab disapa Yoyok ini. (mid/yog)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Ibunda Toto Tewel Berpulang, Sirkus Barock hingga KPJ Indonesia Sampaikan Duka

15 Agustus 2026 - 18:59 WIB

Hukum dan Keadilan Sosial, PR Besar Bangsa di Usia 81 Tahun Kemerdekaan

15 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga BTU Pajang Kisah Pahlawan di Depan Rumah

15 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Ciptakan Keamanan dan Ketertiban, Polres Malang Ajak Semua Elemen Sinergi Kontrol Ruang Digital dan Medsos

15 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Cuaca Kering Picu Kebakaran, 12 Hektare Hutan Jati di Gunung Geger Pagak Ludes Terbakar

15 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Tembus Forum Internasional di Tiga Negara, Mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang Bikin Bangga Indonesia

14 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !