BACAMALANG.COM – Abdul Qodir, Caleg DPRD Kabupaten Malang nomor urut 1 Dapil 5 (Wagir, Dau, Karangploso, Pujon, Ngantang, Kasembon) dari PDI Perjuangan mengawali kampanye terbuka di Dusun Manggisari, Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Jumat (1/12/2023).
Pria yang akrab disapa Cak Adeng ini menyapa masyarakat Manggisari dengan dimeriahkan komunitas seni bantengan.
Kepada masyarakat yang hadir, Abdul Qodir mengatakan, meskipun belum duduk di kursi anggota legislatif, tetapi dirinya sudah menunjukkan bukti nyata dengan mengawal pembangunan di wilayah tersebut.
“Saya saja yang belum jadi anggota dewan bisa mengawal pembangunan jalan yang 10 tahun rusak, dan hari ini sudah bagus. Walaupun di tengah perjalanan, ada pihak-pihak yang mengklaim, yang mengaku bahwa dia yang memperjuangkan,” kata Abdul Qodir.
Ditambahkan Abdul Qodir, bukan hanya dia sendiri yang mengawal pembangunan di wilayah Karangploso, tetapi juga ada Ahmad Basarah dan Saifudin Zuhri.
Basarah saat ini tercatat sebagai Wakil Ketua MPR RI, dan pada Pileg 2024 akan kembali bertarung di Dapil Malang Raya. Sedangkan Saifudin Zuhri juga maju sebagai Caleg DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil Malang Raya.
“Pak Ahmad Basarah ini banyak perjuangannya di Bocek. Pak Basarah, Saifudin Zuhri dan saya mengawal pembangunan yang ada di Bocek ini, maka jangan biarkan beliau berdua berjuang sendiri sebagai wakil rakyat,” jelasnya.
Selain itu, Abdul Qodir juga mengajak masyarakat Manggisari untuk menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024 dengan mencoblos pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
“Saya ibaratkan pasangan Ganjar-Mahfud ini sebagai matahari. Kalau kita bisa memilih matahari, kenapa kita harus memilih lilin. Sedangkan, Pak Mahfud ini jangan dibandingkan dengan anak muda yang belum punya pengalaman, saya ibaratkan kalau kita naik bis Konoha, terus sopirnya itu tidak pengalaman menyetir, ditambah lagi sertifikat keahlian mengemudi sebagai syarat mendaftar pengurusan SIM, didapat dari hasil nepotisme si paman, apa mau kita naik itu? Saya rasa masyarakat sudah pintar menilai sendiri,” Abdul Qodir mengakhiri.
Pewarta : Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki




















































