BACAMALANG.COM-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan Grand Paviliun RSUD dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (22/4/2026).
Grand Paviliun RSSA ini terdiri dari 7 lantai, dengan lebih dari 100 bed dan pelayanan spesialis dan subspesialis. Sementara layanan yang disediakan terintegrasi, mulai diagnoais, tindakan, terapi hingga rehabilitasi serta beragam paket skrining kesehatan.
Khofifah menyampaikan kehadiran Grand Paviliun ini berarti fasilitas kesehatan semakin mumpuni sehingga dapat memberi kenyamanan bagi masyarakat.
Ia menyoroti arsitektur rumah sakit yang dibuat sedemikian rupa agar yang dirawat senang.
“Seperti saat saya berkunjung ke Austria, rumah sakitnya sudah seperti plaza,” ungkapnya.
Selain itu, Khofifah juga menegaskan pentingnya penguatan kualitas layanan, yang menjadi faktor penting dalam upaya penyembuhan pasien.
“Kadang sekedar senyum kepada pasien itu mahal, padahal senyum itu sedekah,” ujarnya.
Ia menginginkan agar semua fasilitas rumah sakit di rumpun Jawa Timur memiliki fasilitas kesehatan yang mengedepankan layanan terbaik.
Khofifah juga menegaskan, fasilitas mewah ini sengaja menyasar segmen middle-up atau menengah ke atas.
“Harapannya mampu menjadi jawaban bagi warga Jawa Timur khususnya, agar tidak perlu lagi jauh-jauh berobat ke luar negeri seperti Singapura atau Malaysia,” tukasnya.
Grand paviliun RSSA ini sudah beroperasi selama setahun terakhir, dengan 80 tempat tidur secara efektif, serta 13.900 kunjungan rawat jalan dan 2.356 pasien rawat inap.
Sementara Wali Kota Malang
Wahyu Hidayat mengunngkapkan, hadirnya Grand Paviliun ini bukan sekedar fasilitas gedung mewah biasa, namun juga merupakan simbol komitmen untuk melayani pasien dengan yang terbaik.
“Fasilitas ini diharapkan dapat menekan angka masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri” ujarnya usai mendampingi Gubernur bersama rombongan melakukan peninjauan di setiap lantai dan beberapa ruangan dan fasilitas di dalamnya. .
Pada sisi lain, Direktur RSUD dr. Saiful Anwar, Dr. dr. Mochamad Bachtiar Budianto, Sp.B, Subsp. Onk (K), FINACS, FICS, MMRS, menyampaikan, gedung ini menjadi simbol representasi pelayanan premium di RSSA.
“Grand Paviliun ini secara langsung membawa dampak positif terhadap keseimbangan keuangan rumah saki, mengingat selama ini beban pelayanan kesehatan di sini didominasi 90 persen oleh pasien BPJS,” jelasnya.
Menurut Bachtiar, hal ini memberikan keseimbangan finansial yang lebih menjanjikan bagi rumah sakit.
“Pelkaksanaan fungsional selama setahun ini adalah uji coba operasional dan bukti kami mampu menjalankannya dengan baik,” tandasnya.
Pewarta/Editor: Nedi Putra AW




















































