BACAMALANG.COM – Seiring dengan berakhirnya bulan Ramadan, jutaan umat Islam di Indonesia menggelar Salat Idulfitri 1 Syawal 2024 yang jatuh pada Rabu (10/4/2024). Sementara di Kota Malang, Idulfitri kali terasa menyejukkan. Selain dilaksanakan bersamaan, meski dengan awal puasa yang berbeda, pemandangan menyejukkan kembali terlihat dalam salat Idulfitri di Masjid Jamik Kota Malang.
Masjid ini selalu menjadi jujugan masyarakat yang hendak salat Id. Dalam setiap pelaksanaannya, jamaah salat selalu meluber hingga jalan raya dan alun-alun di sekitar masjid, bahkan dua gereja yang bertetangga dengan Masjid Agung Jamik itu selalu menyediakan halamannya.
Sejak pukul 05.30 WIB, secara berangsur-angsur, mereka mengisi area di jalanan di depan GPIB Immanuel yang lokasinya satu deret dengan Masjid Agung Jamik Malang.
Sementara Paroki Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Kayutangan yang berada sekitar 100 meter dari masjid juga menyediakan halamannya bagi warga untuk digunakan salat Id.
Persiapan dilakukan sejak pukul 05.30 WIB. Para biarawan, suster maupun umat gereja membeberkan tikar maupun koran bekas di halaman tempat ibadah bergaya Neo Gothic tersebut.
Saat jamaah tiba, tak segan mereka ikut membantu membuka alas untuk salat agar tertata dengan teratur.

Hendricus Suwaji, Pastur Kepala Paroki Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Kayutangan (paling kiri), bersama para calon pastur dan suster berfoto dengan jamaah usai pelaksanaan salat Ied di halaman gereja tersebut, Rabu (10/4/2024). (Nedi Putra AW)
Hendricus Suwaji, Pastur Kepala Paroki Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Kayutangan menjelaskan, bahwa setiap tahun pada dasarnya gereja ini selalu dapat digunakan umat muslim beribadah salat Id.
“Kami mengajak dan mengundang para suster, romo, frater atau calon pastur dengan untuk bertemu malam sebelumnya, agar mereka dapat menyediakan tikar atau koran bekas sebagai alas untuk ibadah teman-teman muslim,” ungkapnya kepada BacaMalang.com di sela kegiatan menata alas tersebut.
Ditegaskan Romo Hendricus Suwaji, bahwa diminta atau tidak diminta, pihaknya selalu siap untuk menyediakan area bagi warga yang akan sembahyang, mengingat jamaah pada saat salat Id biasanya selalu membeludak.
“Bahkan jika hari raya Idulfitri atau Iduladha jatuh pada hari Minggu yang bersamaan dengan waktu ibadah kami, dapat ditunda dulu agar teman-teman muslim tetap dapat menjalankan ibadahnya, toh ini hanya dilakukan setahun sekali dua kali,” tutur Romo Suwaji.
Dia menambahkan, hal ini sebagai wujud kebersamaan dalam keberagaman serta toleransi antar umat beragama.
Apalagi halaman gereja yang didirikan pada tahun 1905 tersebut mampu menampung sedikitnya 300-an jamaah.

Jamaah Salat Idul Fitri 1 Syawal 2024 Masjid Agung Jamik yang meluber hingga area Paroki Gereja Hati Kudus Yesus (HKY) Kayutangan, Kota Malang, Rabu (10/4/2024). (Nedi Putra AW)
Posisi gereja yang berada di sisi lebih timur dari jalan utama dan masjid, membuat halamannya lebih banyak diisi jamaah wanita.
Saat para jamaah pulang, tak lupa Romo Hendricus Suwaji bersama jajarannya mengucapkan selamat Idulfitri di pintu keluar gereja.
Sebagian jamaah bahkan memanfaatkan momen ini untuk berfoto bersama para biarawan dan biarawati tersebut.
Setelah itu, Romo bersama sejumlah suster dan calon pastur juga menyempatkan berkunjung ke Masjid Agung Jamik Malang untuk bersilaturahmi dengan umat Islam di sana.
Fira, salah satu warga Klojen yang mengikuti salat Id kali ini mengaku senang dan ikut terharu dengan kebersamaan yang terbangun.
“Saya agak terlambat datang, sudah sulit dapat di dekat Masjid Jamik, untunglah di sini masih banyak tempat, sehingga kami bisa salat dengan tenang,” ungkap wanita yang datang bersama anak dan ibunya ini.
Pewarta : Nedi Putra AW
Editor/Publisher: Aan Imam Marzuki




















































