Libatkan Gen-Z, Sanggar Padma Puspita x Karimoen Centre Gelar Wayang Topeng Panji Laras - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 28 Des 2025 09:32 WIB ·

Libatkan Gen-Z, Sanggar Padma Puspita x Karimoen Centre Gelar Wayang Topeng Panji Laras


 Salah satu adegan dalam pementasan Wayang Topeng Ragam Kedungmonggo Panji Laras, oleh Sanggar Padma Puspita bersama Karimoen Centre di gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Jalan Majapahit Kota Malang, Jumat (26/12/2025). (Nedi Putra AW) Perbesar

Salah satu adegan dalam pementasan Wayang Topeng Ragam Kedungmonggo Panji Laras, oleh Sanggar Padma Puspita bersama Karimoen Centre di gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Jalan Majapahit Kota Malang, Jumat (26/12/2025). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Panji Laras merupakan putra dari pasangan Raden Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji. Namun, sang ibu dibuang dalam keadaan hamil muda hingga Panji Laras lahir dan dibesarkan di tengah hutan. Sosok Dewi Sekartaji kemudian digantikan oleh Dewi Wadal Werdi, putri seorang begawan dari bangsa raksasa, yang menyerupai Sekartaji. Dewi Wadal Werdi sangat mencintai Panji Asmorobangun hingga menikah dan melahirkan seorang putra bernama Panji Gurowongso.

Kisah berlanjut ketika Panji Laras dan Panji Gurowongso akhirnya dipertemukan. Keinginan Panji Laras untuk bertemu ayahnya membawanya mengikuti adu ayam jago yang digelar Panji Gurowongso di alun-alun Negara Jenggolo. Pertarungan pun tak terelakkan setelah Panji Gurowongso tidak menerima kekalahan ayam jagonya dari milik Panji Laras.

Pertikaian tersebut dilerai oleh Jarodeh, tokoh yang identik dengan punakawan Semar dalam pewayangan. Jarodeh kemudian menggelar sayembara kendi dengan syarat, siapa pun yang mampu masuk ke dalam kendi tersebut adalah putra asli Panji Asmorobangun. Panji Gurowongso berhasil masuk ke dalam kendi tanpa menyadari bahwa hal tersebut merupakan jebakan. Setelah kendi dipecahkan, Panji Gurowongso berubah menjadi seekor naga bernama Naga Tahun.

Kisah tersebut merupakan sinopsis pementasan Wayang Topeng Ragam Kedungmonggo “Panji Laras” yang dipentaskan oleh Sanggar Padma Puspita bekerja sama dengan Karimoen Centre di Gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Jalan Majapahit, Kota Malang, Jumat (26/12/2025).

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, beserta sejumlah kepala OPD Kota Malang berfoto bersama pendukung Wayang Topeng Ragam Kedungmonggo Panji Laras, oleh Sanggar Padma Puspita bersama Karimoen Centre di gedung Dewan Kesenian Malang (DKM), Jalan Majapahit Kota Malang, Jumat (26/12/2025). (Nedi Putra AW)

Sebelum pementasan utama, acara diawali dengan sejumlah tarian pembuka, di antaranya Tari Kebar Malang, Tari Gading Alit, Tari Grebeg Jowo, dan Tari Beskalan Jangkep. Adapun pementasan Wayang Topeng dibagi ke dalam delapan bagian, melibatkan sedikitnya 40 penari anak-anak tingkat SD dan SMP, dengan iringan musik dari tim Karimoen Centre. Keseluruhan pergelaran berlangsung lebih dari satu jam.

Pementasan ini berada di bawah tanggung jawab Santy Peni Prasetyo, dengan Dimas Bagus Atmananto sebagai penata tari, Dimas Bagas Atmanadi sebagai penata iringan, serta Hery Budiyanto sebagai penulis naskah sekaligus pengatur laku.

Hery Budiyanto mengungkapkan bahwa pementasan tersebut dapat terlaksana karena Sanggar Padma Puspita telah lama mempelajari wayang topeng, khususnya Wayang Topeng Panji.
“Pementasan ini merupakan progres dari latihan anak-anak kami selama satu tahun terakhir, yang didukung penuh oleh tim Karimoen Centre serta para orang tua wali murid,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKM Dimas Novib Septino menyampaikan bahwa Gebyak Wayang Topeng rutin digelar sebanyak tiga kali dalam setahun.
“Tujuannya sebagai upaya merawat dan melestarikan seni warisan leluhur. Sanggar Padma Puspita menjadi salah satu sanggar yang sangat aktif di sini, dan kami berharap ini dapat menjadi stimulan bagi sanggar-sanggar seni lainnya,” jelasnya.

Menurut Dimas, kegiatan ini juga menjadi sarana merangkul generasi muda atau Gen-Z agar lebih mencintai budaya lokal.
“Terbukti, seluruh penarinya berasal dari kalangan anak-anak dan remaja,” tegasnya.

Selain itu, kegiatan ini turut mengenalkan tokoh-tokoh seni Malang yang berjasa dalam pengembangan dan pelestarian budaya, khususnya seni tari.
“Seperti Tari Kebar Malang dan Gading Alit, yang merupakan tari kreasi khas Malang karya almarhum Chattam Amat Rejo, seorang seniman ludruk dan penatar keliling Topeng Malang Raya,” tambahnya.

Acara ini turut dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi pementasan seni tari di DKM tersebut dan menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan melalui berbagai program pada tahun 2026 mendatang.

“Ini pertunjukan yang luar biasa, terlebih para penarinya masih sangat muda. Ke depan, saya akan menata kembali kawasan DKM yang terintegrasi dengan Kayutangan Heritage agar mampu menghidupkan pentas-pentas berbasis kearifan lokal,” pungkasnya.

Pewarta: Nedi Putra AW
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Dari Lapas Berisiko Tinggi Jadi Sentra Ketahanan Pangan

21 Juni 2026 - 23:50 WIB

LESBUMI NU Terbitkan Maklumat Tambakberas 2026, Soroti Krisis Bangsa hingga Desak Moratorium Tambang NU

20 Juni 2026 - 18:10 WIB

Antisipasi El Nino 2026, PJT I Gandeng Industri Jaga Ketersediaan dan Kualitas Air Brantas

20 Juni 2026 - 11:13 WIB

Polemik SMUB 2026: Rapor 89 Lolos Kedokteran UB, Rapor 96 Gagal?

18 Juni 2026 - 19:12 WIB

Lansia Ditemukan Tewas di Sumur Belakang Rumah di Pakis

18 Juni 2026 - 18:44 WIB

Jawa Timur Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Program Bongkar Ratoon Tebu di Malang ​

18 Juni 2026 - 12:30 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !