Earth Day Festival 2026: Kolaborasi Mahasiswa Pecinta Alam Perkuat Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 25 Apr 2026 10:08 WIB ·

Earth Day Festival 2026: Kolaborasi Mahasiswa Pecinta Alam Perkuat Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan


 Mahasiswa pecinta alam (impala) dari Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Mapala ACS UNIRA, KSR Brawijaya, dan Sahabat Alam Indonesia (SALAM) menggelar Earth Day Festival belum lama ini. (ist) Perbesar

Mahasiswa pecinta alam (impala) dari Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Mapala ACS UNIRA, KSR Brawijaya, dan Sahabat Alam Indonesia (SALAM) menggelar Earth Day Festival belum lama ini. (ist)

BACAMALANG.COM – Memperingati Hari Bumi 2026, mahasiswa pecinta alam (impala) dari Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Mapala ACS UNIRA, KSR Brawijaya, dan Sahabat Alam Indonesia (SALAM) menggelar Earth Day Festival belum lama ini.

Kegiatan tersebut menitikberatkan pada aksi nyata pelestarian lingkungan, mulai dari pembibitan, penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, hingga pelatihan monitoring dan perawatan ekosistem.

Ketua Umum Impala UB, Azumardi Azra Oganda, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi organisasi yang dalam waktu dekat akan memasuki usia ke-50 tahun.

“Ini adalah bagian dari gerakan kami untuk terus berkontribusi kepada lingkungan. Menjelang usia 50 tahun, kami ingin tetap berproses dalam upaya pelestarian alam,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Fajrul Falah dari Divisi Konservasi Mapala ACS UNIRA menilai minat terhadap isu konservasi lingkungan saat ini masih kalah dibandingkan aktivitas olahraga alam bebas.

“Minat terhadap isu konservasi masih minim dibandingkan olahraga alam bebas. Karena itu, kami berupaya menyeimbangkan antara pembelajaran dan implementasi di lapangan,” katanya.

Menurutnya, gerakan kolaboratif menjadi kunci dalam menjawab tantangan perubahan iklim. Sinergi lintas organisasi memungkinkan pembagian peran sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Generasi muda pecinta alam pun dituntut adaptif terhadap perkembangan pembangunan, agar mampu mengawal keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Hari Bumi 2026 Jadi Peringatan Serius: Krisis Pangan, Air, dan Energi Kian Nyata

24 April 2026 - 13:01 WIB

PWI Dorong Penguatan Perlindungan Karya Jurnalistik dalam Revisi UU Hak Cipta

24 April 2026 - 07:55 WIB

Temukan Dapur Tanpa Izin dan Menu Tak Layak, GMNI Desak Standarisasi Program MBG

23 April 2026 - 20:22 WIB

GMNI Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Qolam Edukasi Bahaya Bullying Siswa SMP

23 April 2026 - 07:50 WIB

Inovasi Hijau: Tiga PTN Bersatu Kembangkan Pelindung Siku dan Lutut dari Serat Rami dan Limbah Sawit

22 April 2026 - 22:27 WIB

Rektor UIBU Gaungkan Kartini Modern: Cerdas, Mandiri, dan Berpengaruh

22 April 2026 - 21:16 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !