BACAMALANG.COM – Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITSK) RS dr. Soepraoen Malang terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang fokus mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan, sains, dan teknologi terapan. Beragam program studi yang tersedia mulai jenjang Diploma, Sarjana hingga Profesi menjadi alternatif pilihan bagi calon mahasiswa baru yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Kota Malang.
Keberagaman program studi tersebut menjadi wujud komitmen ITSK RS dr. Soepraoen Malang dalam menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan industri kesehatan dan teknologi yang terus berkembang.
Rektor ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. dr. Sutrisno, S.H., M.A.R.S., M.H.Kes., FISQua, mengatakan bahwa kampus yang dipimpinnya berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membentuk lulusan yang profesional dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
“Kami ingin setiap program studi di ITSK menjadi ruang pengembangan kompetensi, inovasi, dan profesionalisme sehingga lulusan memiliki daya saing tinggi serta mampu berkontribusi di bidang kesehatan maupun teknologi,” ujar Sutrisno, Jumat (30/5/2026).
Untuk jenjang Sarjana, ITSK RS dr. Soepraoen Malang membuka Program Studi S1 Keperawatan, S1 Fisioterapi, S1 Farmasi Klinis dan Komunitas, S1 Informatika, S1 Kebidanan, Sarjana Kedokteran Gigi, serta Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi.
Sementara itu, program Diploma meliputi D3 Keperawatan, D3 Akupunktur, D3 Farmasi, serta D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan.
Adapun jenjang Profesi yang tersedia antara lain Pendidikan Profesi Ners, Pendidikan Profesi Bidan, Pendidikan Profesi Fisioterapis, Pendidikan Profesi Dokter Gigi, dan Pendidikan Profesi Apoteker.
Dengan dukungan ekosistem pendidikan berbasis rumah sakit, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar yang terintegrasi antara teori di kelas dan praktik langsung di lapangan.
Wakil Rektor II ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. Juliati Koesrini, A.Per.Pend., M.KPd, menjelaskan bahwa pihak kampus terus memperkuat sarana dan prasarana pendidikan, fasilitas pembelajaran, serta kualitas sumber daya manusia guna menunjang proses akademik dan praktik mahasiswa.
“Tujuannya agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi kesehatan yang semakin pesat,” jelasnya.
Pengembangan program studi kesehatan yang dipadukan dengan bidang teknologi, seperti Informatika, juga menjadi langkah strategis kampus dalam menjawab kebutuhan industri kesehatan digital, sistem informasi medis, hingga transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi.
Wakil Rektor III ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Sartoyo, S.Kes., S.Sos., M.Kes, menambahkan bahwa mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran sesuai bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga pembinaan karakter, penguatan organisasi kemahasiswaan, pengembangan soft skills, serta pengalaman praktik yang mendukung kesiapan kerja.
“Mahasiswa ITSK dibekali kompetensi akademik sekaligus kemampuan adaptasi agar siap memasuki dunia profesional,” ungkapnya.
Selain menawarkan beragam pilihan program studi, ITSK RS dr. Soepraoen Malang juga menempatkan kesiapan lulusan sebagai fokus utama pendidikan. Prospek karier lulusan terbuka luas, mulai dari tenaga keperawatan, bidan, fisioterapis, farmasis, tenaga rekam medis, praktisi akupunktur, tenaga anestesiologi, hingga sektor kesehatan digital melalui Program Studi Informatika.
Wakil Rektor I ITSK RS dr. Soepraoen Malang, Dr. Ardhiles Wahyu Kurniawan, S.Kep., Ners., M.Kep, menyebut mahasiswa memperoleh pengalaman praktik lapangan dan pembelajaran berbasis dunia kerja yang mendekatkan mereka dengan kondisi nyata di lapangan.
Penguatan kompetensi tersebut juga didukung melalui pembekalan profesi dan sertifikasi pada sejumlah program studi, sehingga lulusan memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih kuat saat memasuki dunia kerja.
“ITSK RS dr. Soepraoen Malang tidak hanya menawarkan pilihan jurusan yang beragam, tetapi juga menghadirkan peluang pengembangan karier yang luas. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi calon mahasiswa yang menginginkan pendidikan berorientasi pada kesiapan kerja dan profesionalisme,” terang Ardhiles.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Humas, Kerja Sama, dan PMB, Amin Zakaria, S.Kep., Ners., M.Kes, menegaskan bahwa ITSK RS dr. Soepraoen Malang terus menempatkan diri sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada pendidikan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kompetensi profesional yang berorientasi pada inovasi, pengabdian masyarakat, dan kesiapan kerja.
“Melalui keberagaman program studi, dukungan praktik lapangan, penguatan kompetensi, serta pengembangan fasilitas pendidikan, ITSK RS dr. Soepraoen Malang berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kesehatan serta perkembangan teknologi di masa depan,” pungkas Amin.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































