BACAMALANG.COM – Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi Golkar, Fakih Pilihan menyoroti habisnya ribbon atau tinta untuk mencetak KTP elektronik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang yang menyebabkan pelayanan jadi tidak maksimal.
Menurut informasi yang diperoleh Fakih, kosongnya stok tinta itu berkaitan dengan efesiensi anggaran. Namun, kata Fakih, efesiensi anggaran harusnya tidak dijadikan alasan, mengingat pencetakan KTP elektronik banyak dibutuhkan masyarakat.
“Tentu sangat disayangkan, bagaimana bisa sampai kehabisan tinta itu, karena ini kan berkaitan dengan pelayanan terhadap masyarakat. Efesiensi tentunya tidak bisa dijadikan alasan yang membuat pelayanan kepada masyarakat terganggu,” kata Fakih, Selasa (9/6/2026).
Politisi muda asal Kecamatan Pagelaran ini pun bilang, masalah teknis seperti kehabisan tinta untuk mencetak KTP elektronik harusnya tidak perlu terjadi. Menurutnya, Dispendukcapil harus lebih teliti lagi dalam menghitung jumlah kebutuhan tinta dengan melihat kebutuhan masyarakat yang ingin mencetak KTP.
“Harusnya lebih diperhitungkan lagi agar kejadian semacam ini tidak terjadi. Kalau sudah seperti yang dirugikan pasti masyarakat, mereka datang jauh-jauh untuk mencetak KTP, tapi begitu tahu tintanya habis pasti kecewa,” tuturnya.
Ditegaskan Fakih, persoalan teknis semacam habisnya tinta itu harus segera diatasi. Fakih pun tidak ingin ke depan kejadian itu terulang kembali.
“Kami mendorong dinas terkait agar segera mencari solusi karena persoalan ini sangat vital bagi pelayanan kepada masyarakat. Jangan lagi efesiensi anggaran dijadikan alibi,” pungkasnya. (adv)
Pewarta: Dhimas Fikri
Editor/Publisher : Aan Imam Marzuki





















































