Edukasi PLTS Hadir di Kampung ProKlim Madyopuro, Teknik Elektro ITN Malang Dorong Kemandirian Energi Warga - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 1 Jul 2026 09:15 WIB ·

Edukasi PLTS Hadir di Kampung ProKlim Madyopuro, Teknik Elektro ITN Malang Dorong Kemandirian Energi Warga


 Sesi praktik dalam pelatihan Perbesar

Sesi praktik dalam pelatihan "Cahaya Surya–Energi Berdaya: Edukasi dan Pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) – Membangun Kemandirian Energi Komunitas Menuju Kampung Iklim Berdaya dan Berkelanjutan" di Balai RW 13 Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (28/6/2026).(ist)

BACAMALANG.COM – Siang itu, Balai RW 13 Kelurahan Madyopuro dipenuhi rasa ingin tahu. Di hadapan warga, beberapa panel surya, inverter, hingga modul praktik pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersusun rapi. Bagi sebagian peserta, perangkat tersebut mungkin baru pertama kali dilihat dari dekat. Namun dalam beberapa jam ke depan, teknologi energi terbarukan itu tak lagi terasa asing.

Melalui edukasi dan pelatihan bertajuk “Cahaya Surya–Energi Berdaya: Edukasi dan Pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) – Membangun Kemandirian Energi Komunitas Menuju Kampung Iklim Berdaya dan Berkelanjutan”, warga RW 13 diajak memahami bagaimana sinar matahari dapat diubah menjadi sumber energi yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

Kegiatan yang digelar di Balai RW 13 Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (28/6/2026) tersebut, menghadirkan tim dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang sebagai narasumber dan pendamping.

Ketua Program Studi Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Dr. Irmalia Suryani Faradisa, ST., MT., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Kami memiliki kewajiban menjalankan tridarma perguruan tinggi, salah satunya melalui pengabdian kepada masyarakat. Kebetulan Prodi Teknik Elektro mendapat kesempatan dari RW 13 Madyopuro untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi dosen-dosen kami mengimplementasikan keilmuan yang dimiliki,” ujarnya saat ditemui di Kampus 2 ITN Malang, Senin (29/6/2026).

Menurut Irmalia, pengetahuan mengenai energi terbarukan tidak seharusnya berhenti di ruang kelas. Masyarakat juga perlu memperoleh pemahaman agar mampu memanfaatkan teknologi tersebut sesuai kebutuhan lingkungan masing-masing.

“Kami berharap ilmu yang kami bagikan dapat diaplikasikan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari,” katanya.

Program ini terlaksana melalui dukungan “Small Grant Program FOLU Net Sink 2030”, sebuah pendanaan yang dikelola Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dengan dukungan Pemerintah Norwegia untuk mendorong inovasi lingkungan di tingkat masyarakat.

Peserta pelatihan “Cahaya Surya–Energi Berdaya: Edukasi dan Pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) – Membangun Kemandirian Energi Komunitas Menuju Kampung Iklim Berdaya dan Berkelanjutan” di Balai RW 13 Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Minggu (28/6/2026).(ist)

FOLU Net Sink 2030 merupakan salah satu strategi nasional dalam menekan emisi karbon melalui peningkatan daya serap karbon dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Salah satu implementasinya dilakukan melalui penguatan Kampung Iklim (ProKlim), termasuk pemanfaatan energi baru terbarukan seperti PLTS.

Dalam sesi pelatihan, dosen Teknik Elektro ITN Malang Dr. Ir. Widodo Pudji Muljanto, MT. menjelaskan prinsip kerja PLTS, mulai dari pengenalan komponen, cara kerja sistem, hingga perhitungan kebutuhan listrik untuk rumah tangga maupun fasilitas umum.

“Warga RW 13 sebenarnya sudah memiliki berbagai program pelestarian lingkungan. Kami hadir untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana PLTS dapat menjadi salah satu solusi energi bersih sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon. Kami juga membagikan modul agar masyarakat bisa mempelajarinya kembali secara mandiri di rumah,” jelas Widodo.

Antusiasme peserta semakin terlihat ketika memasuki sesi praktik. Empat mahasiswa Teknik Elektro semester enam dan delapan diterjunkan sebagai fasilitator lapangan untuk mendampingi warga mengenal perangkat PLTS secara langsung.

Melalui simulasi sistem “on-grid” maupun “off-grid”, warga diajak mengenali setiap komponen, memahami proses instalasi dasar, hingga menghitung kebutuhan daya sesuai kebutuhan bangunan.

“Warga sangat antusias. Karena selain menerima penjelasan teori, mereka juga bisa langsung mencoba perangkat yang dibawa mahasiswa. Pendekatan seperti ini membuat materi jauh lebih mudah dipahami,” tambah Widodo.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu kali pelatihan, melainkan berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan antara ITN Malang dan masyarakat dalam pengembangan energi terbarukan.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik yang diterapkan di Program Studi Teknik Elektro ITN Malang. Selain mendapatkan pembelajaran mengenai energi baru terbarukan di bangku kuliah, mahasiswa juga dibekali kompetensi di bidang PLTS sehingga mampu mengaplikasikan ilmunya secara langsung kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Camat Kedungkandang, karang taruna, kader lingkungan, serta perwakilan Kampung ProKlim dari berbagai wilayah.

Ketua RW 13 Madyopuro, Mochamat Sutanto, mengaku bersyukur wilayahnya memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bekal penting bagi warga untuk mengembangkan inovasi lingkungan yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan kawasan.

Ia bahkan berharap ke depan warga dapat mengikuti pelatihan lanjutan, termasuk berkesempatan melihat secara langsung instalasi PLTS yang dimiliki Kampus 2 ITN Malang sebagai referensi pengembangan energi terbarukan di lingkungan mereka.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Polres Batu Tuntaskan 6 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Seluruh Berkas Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

1 Juli 2026 - 09:21 WIB

OJK Malang Perkuat Budaya Menabung Pelajar Melalui Program KEJAR dan RABU di Kabupaten Malang

1 Juli 2026 - 08:58 WIB

Kepergok Warga Saat Gasak Motor, Pelaku Curanmor di Kota Batu Babak Belur Diamuk Massa Sebelum Diamankan Polisi

1 Juli 2026 - 06:25 WIB

Enam Bulan, Polres Batu Bongkar 40 Kasus Narkoba dan Ringkus 47 Tersangka

30 Juni 2026 - 20:41 WIB

Polres Batu Bongkar Jaringan Penadah Motor Curian: Dua Pelaku Ditangkap, Satu Masih Buron

30 Juni 2026 - 18:04 WIB

Wakil Ketua PERADI Kepanjen Soroti 3 Catatan Hukum Proyek Alun-Alun Kepanjen

30 Juni 2026 - 14:39 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !