Bersih Desa di Empat Wilayah Pakisaji: Wujud Syukur, Penghormatan Leluhur, dan Perekat Kebersamaan Warga - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 16 Jul 2026 12:20 WIB ·

Bersih Desa di Empat Wilayah Pakisaji: Wujud Syukur, Penghormatan Leluhur, dan Perekat Kebersamaan Warga


 Salah satu atraksi budaya tari tradisional di bersih desa di Pakisaji. (IG Pakisaji) Perbesar

Salah satu atraksi budaya tari tradisional di bersih desa di Pakisaji. (IG Pakisaji)

BACAMALANG.COM – Tradisi Selamatan Desa atau Bersih Desa terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya yang sarat makna di Kabupaten Malang. Ritual adat ini menjadi simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai budaya adiluhung kepada generasi penerus.

Belum lama ini, Camat Pakisaji, Taufik Nurahman, S.STP., M.AP., menghadiri rangkaian kegiatan Selamatan Desa yang diselenggarakan di empat desa, yakni Desa Permanu, Desa Genengan, Desa Karangpandan, dan Desa Kebonagung.

Kehadiran Camat Pakisaji menjadi wujud dukungan Pemerintah Kecamatan Pakisaji terhadap upaya pelestarian tradisi dan budaya lokal. Selain sebagai ungkapan syukur atas limpahan rezeki dan keselamatan, tradisi Bersih Desa juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga keharmonisan antarmasyarakat.

“Selamatan Desa atau Bersih Desa ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi bentuk doa untuk para leluhur, ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan warga,” ujar Taufik Nurahman.

Ia berharap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut terus dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat. Dengan tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal, semangat gotong royong diharapkan semakin kuat sehingga mampu mendorong terwujudnya desa-desa di Kecamatan Pakisaji yang harmonis, maju, dan berdaya saing.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Musim Layang-Layang di Malang Raya: Kurangi Ketergantungan Gadget, Satukan Generasi, dan Dongkrak UMKM Lokal

15 Juli 2026 - 16:29 WIB

14 Hari Persiapan Tanpa Anggaran, LABUMI Sukses Gelar Suran 9 Desa Bumiaji, Target Jadi Agenda Tahunan

15 Juli 2026 - 14:19 WIB

Napak Tilas Sang Pembabat Alas Desa Mangunrejo Kepanjen, Mbah Sumo Saimin

14 Juli 2026 - 07:13 WIB

Arca Tatasawara Hipnotis Delegasi Internasional di Festival Seni Lintas Budaya 2026

13 Juli 2026 - 23:19 WIB

“Mother Earth” Karya Migi Rihasalay Memukau Malang Fashion Runway 2026, Gaungkan Pesan Selamatkan Bumi

13 Juli 2026 - 18:31 WIB

Abdul Manan Resmi Nahkodai BOSS Kota Batu, Siap Lanjutkan Kiprah Seni dan Sosial dengan Dukungan Pemkot

12 Juli 2026 - 20:30 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !