Aksi Demo SPI Dibubarkan, Warga: Kami Merasa Terganggu Sekali - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Jul 2022 17:12 WIB ·

Aksi Demo SPI Dibubarkan, Warga: Kami Merasa Terganggu Sekali


 Aksi Demo SPI Dibubarkan, Warga: Kami Merasa Terganggu Sekali Perbesar

BACAMALANG.COM – Sidang kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Kota Batu diwarnai dengan aksi demo.

Aksi demonstrasi yang biasa mengawal kasus ini kini tak tampak lagi. Pasalnya, sebuah spanduk penolakan aksi demo dari warga setempat dipasang oleh warga di depan Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang, pada Rabu (27/7/2022).

Spanduk itu bertuliskan, “Peringatan, Kami Warga Merasa Terganggu” hingga “Kami Warga Menolak Aksi Disini”.

Salah seorang warga yang mengaku merasa terganggu Hadi (43) kepada awak media mengungkapkan, jika aksi demo yang dilakukan oleh Komnas PA itu dianggap menggangu masyarakat yang tinggal di seputaran PN Malang.

“Terus terang mas, kami ini merasa terganggu sekali dengan suara-suara sound sistem yang selalu tiap demo berteriak-teriak. Lagipula mereka juga tidak ada izin kepada ketua RT kampung kami,” keluhnya.

Bapak dua anak ini menambahkan, berkaitan dengan demo tersebut dirinya bersama-sama dengan warga yang lain lantas mendatangi ke lokasi demo, dengan maksud membubarkannya.

“Kami bersama warga yang lain meminta agar demo berhenti, karena selain menganggu ketertiban umum juga menganggu jalan raya yang akhirnya tersendat,” tukas dia.

Hal senada juga diungkapkan Kaseno (47), yang juga merasa keberatan dengan aksi demo yang menurutnya juga menganggu warga di sekitar PN Malang.

“Kami keberatan dengan demo ini mas, masalahnya selain tidak ada izin dari pihak kampung selalu saja ketika ada sidang mereka demo. Kami bersama warga yang lain memasang spanduk sebagai bentuk protes atas demo ini,” tandasnya.

Pantauan awak media di lapangan, kekecewaan warga pun memuncak sehingga terjadi aksi adu mulut dengan koordinator aksi demo tersebut.

Beruntung, petugas dari TNI dan Polri yang mengawal aksi demo itu dengan sigap menenangkan antara warga dengan para pendemo. (Eko)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Pengasuh Ponpes di Bululawang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Santri, Kini Ditahan Polres Malang

15 Juni 2026 - 19:24 WIB

Kapolres Batu Kukuhkan Polisi Cilik, Siap Harumkan Nama Kota Batu di Lomba Tingkat Provinsi

15 Juni 2026 - 18:02 WIB

MBG Dikritisi, Tokoh Masyarakat Dampit Desak Benahi Konsep dan Keadilan BOS Sekolah Swasta

15 Juni 2026 - 08:03 WIB

Seru dan Edukatif! BPBD Kabupaten Malang Kenalkan Mitigasi Bencana

15 Juni 2026 - 07:55 WIB

Polisi Ringkus Dua Sopir Pencuri Sembako Restoran Senilai Rp 4,1 Juta di Turen

14 Juni 2026 - 20:57 WIB

Dituduh Langgar UU Diskriminasi Ras dan Etnis dalam Kasus Dugaan Penganiayaan, Kuasa Hukum: Itu Hanya Perkara Kanak-Kanak

14 Juni 2026 - 20:09 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !