BACAMALANG.COM – Bangunan Malang Creative Center (MCC) memerlukan tambahan anggaran sebesar Rp 25 miliar. Bangunan delapan lantai tersebut, mulai dari basement, lantai satu hingga delapan tersebut hingga saat ini terus menjadi perhatian publik karena belum rampung pembangunannya.
Padahal, gedung yang bakal digunakan sebagai pusat ekonomi kreatif Kota, ternyata Pemkot Malang tengah merencanakan anggaran kembali untuk memoles gedung MCC. Setidaknya Rp25 miliar yang tidak hanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 saja disiapkan Pemkot Malang untuk memoles gedung tersebut.
Dengan pengelolaan penuh nantinya oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.
“Gadung ini kami (DPUPRPKP, red) hanya membangunkan saja, sesuai Detail Engineering Design (DED) yang diajukan Diskopindag,” ucap Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Diah Ayu Kusumadewi, saat meninjau gedung MCC, Kamis (14/7/2022).
Diah menjelaskan, didalam gedung MCC ini, nantinya ada hotel kapsul yang terletak di lantai tiga dan ruang bioskop di lantai lima dan lantai enam. Selain itu juga ada sejumlah fasilitas lainnya, seperti co-working space, kafe, ruang teater, ruang fitnes, ruang untuk workshop, ruang pameran, sampai miniatur Kota Malang.
“Jadi untuk pembangunan fisik MCC itu sekitar Rp 98 miliar, dan pembangunan harus selesai pada pekan depan. Sekarang tinggal memoles saja,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Diskopindag Kota Malang, Slamet Husnan menjelaskan, untuk alokasi dana penunjang operasional dan sebagainya berasal dari APBD 2022 sebesar Rp 2 miliar, bantuan dari Pemprov Jatim sebesar 10 Rp miliar, pengajuan di PAK sebesar Rp 13 miliar, dan usulan di APBD 2023 sebesa Rp 8 miliar.
“Anggaran itu untuk mengisi MCC ini. Nanti ada furniture, jaringan telepon, listrik, alat animasi, dan sebagainya. Saat ini kami masih menyusun teknisnya. Kami membuka peluang kalau ada yang mau mengisi hotel kapsul,” tandasnya.
Sebelumnya bangunan tersebut telah menelan anggaran sebesar Rp 98,3 miliar dengan sistem multiyears tersebut memiliki beberapa fasilitas. Fasilitas-fasilitaas tersebut di harapkan dapat menunjang 17 subsektor ekonomi kreatif (Ekraf) Kota Malang. (*/an)




















































