BACAMALANG.COM – Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat penanganan dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), jutaan liter air bersih telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Hingga Senin (28/9/2026) pukul 21.00 WIB, BPBD Kabupaten Malang mencatat 3.124.150 liter air bersih telah dikirim ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut didistribusikan melalui 623 rit pengiriman dan menjangkau 5.702 kepala keluarga atau 18.236 jiwa.
Distribusi air bersih tersebut menyasar 13 desa di enam kecamatan, yakni Desa Sumberagung, Kedungbanteng dan Sitiarjo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan; Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan; Desa Karangkates di Kecamatan Sumberpucung; Desa Sumberoto dan Tulungrejo di Kecamatan Donomulyo.
Selanjutnya, Desa Kalirejo, Putukrejo, Arjosari dan Sumberpetung di Kecamatan Kalipare, serta Desa Sumberejo dan Pagak di Kecamatan Pagak.
Kondisi kekeringan dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari puncak musim kemarau, berkurangnya debit sumber mata air hingga belum optimalnya infrastruktur penyediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, S.Sos., M.Si., mengatakan pihaknya terus melakukan langkah cepat bersama berbagai unsur untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
“Distribusi terbesar disalurkan ke Desa Karangkates sebanyak 806.650 liter untuk 985 KK, kemudian Desa Tumpakrejo sebanyak 445.000 liter dan Desa Sumberagung sebanyak 400.000 liter,” ujar Purwoto, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, data penerima bantuan masih bersifat dinamis. BPBD terus melakukan pemantauan, koordinasi, serta validasi di lapangan untuk menyesuaikan distribusi dengan kebutuhan masyarakat.
Penanganan kekeringan dilakukan melalui optimalisasi Posko Tanggap Darurat, penyaluran air berdasarkan kebutuhan, pemantauan berkala terhadap wilayah rawan kekeringan, serta evaluasi perkembangan dampak di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, BPBD Kabupaten Malang berkolaborasi dengan sejumlah pihak, di antaranya Damkar, PMI, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, pemerintah desa, AMCF, Puskesmas Sitiarjo, serta sejumlah pihak swasta.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses air bersih selama kondisi kekeringan berlangsung.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga





















































