BNPT Waspadai Paparan Ekstremisme Digital pada Anak, FKPT Didorong Perkuat Literasi - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 8 Okt 2026 08:55 WIB ·

BNPT Waspadai Paparan Ekstremisme Digital pada Anak, FKPT Didorong Perkuat Literasi


 Kepala BNPT Eddy Hartono saat memberikan arahan terkait ekstremisme di ruang digital. (ist) Perbesar

Kepala BNPT Eddy Hartono saat memberikan arahan terkait ekstremisme di ruang digital. (ist)

BACAMALANG.COM – Perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi anak dan remaja. Namun, di balik kemudahan mengakses informasi dan berinteraksi di dunia maya, terdapat potensi paparan konten ekstremisme yang perlu diwaspadai.

Kondisi ini menjadi perhatian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Upaya pencegahan pun terus diperkuat, salah satunya melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang menjadi mitra BNPT dalam menjalankan program pencegahan di daerah.

Kepala BNPT Eddy Hartono, S.I.K., M.H., mengatakan perkembangan teknologi turut mengubah pola penyebaran paham ekstremisme. Karena itu, langkah pencegahan harus mampu mengikuti perubahan pola interaksi masyarakat di ruang digital.

Menurutnya, anak-anak dan remaja menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian karena cukup aktif menggunakan media sosial maupun platform digital lainnya.

“Perkembangan terorisme ini semakin masif terhadap anak-anak di bawah umur. Mereka banyak tergabung ke dalam grup-grup di media sosial, ada juga melalui game online,” ujar Eddy dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Eddy menegaskan, pencegahan paparan ekstremisme terhadap anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran keluarga, sekolah, guru, komunitas, dan lingkungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membangun daya tangkal sejak dini.

Dalam konteks pendidikan, BNPT mendorong FKPT memperkuat program pencegahan melalui tiga aspek utama, yakni literasi digital, pendidikan karakter, dan kemampuan berpikir kritis (critical thinking).

“Fokus intervensi FKPT adalah literasi digital, pendidikan karakter dan critical thinking. Outcome yang diharapkan adalah anak-anak dan remaja mampu mengenali dan menolak konten ekstremisme,” jelasnya.

Penguatan peran FKPT dinilai penting karena setiap daerah memiliki karakteristik sosial dan tantangan yang berbeda. Kedekatan FKPT dengan masyarakat diharapkan dapat membuat program edukasi dan pencegahan berjalan lebih kontekstual serta menjangkau kelompok yang membutuhkan perhatian lebih.

BNPT menekankan bahwa membangun ketahanan anak terhadap paparan ekstremisme merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan perlu berkolaborasi menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

“Melalui kolaborasi tersebut, pencegahan terorisme tidak hanya dilakukan ketika ancaman telah muncul, tetapi diperkuat sejak dini dengan membangun generasi yang kritis, berkarakter, toleran, dan mampu menggunakan ruang digital secara bijak,” tandasnya.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Revitalisasi Sumber Air Jadi Pilihan, Komunitas Peduli Malang Bantu Warga Pota NTT

8 Oktober 2026 - 09:44 WIB

UIBU Malang Tunjukkan Komitmen Penguatan Mutu Akademik Lewat Bimtek LLDIKTI VII

7 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Aksi Kemanusiaan dari Malang untuk NTT, Layanan Medis Darurat Hadir di Sambi Rampas

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

PPSN VI 2026 di Ponpes An-Nur II Malang Resmi Ditutup, 4.524 Santri Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

7 Oktober 2026 - 09:54 WIB

139 Gempa Terekam di Jatim Sepekan, Aktivitas Terbanyak Terjadi di Selatan Jawa

5 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Sempat Rasakan Gempa 6.1 M dan Dijamu Kapolsek di Ruteng, Kisah Relawan Malang di Misi Kemanusiaan NTT

4 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !