BACAMALANG.COM – Upaya mewujudkan ketahanan pangan dari desa kembali digaungkan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang. Kali ini, Desa Codo, Kecamatan Wajak, menjadi tuan rumah Pelatihan Pengembangan Pangan Lokal dan Sosialisasi Pola Konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), yang menyasar langsung anggota TP-PKK setempat.
Pelatihan ini tak hanya berisi materi teori, tapi juga praktik langsung mengolah hasil bumi lokal menjadi menu sehat dan menarik. Di antaranya, Ice Cream Jagung yang segar dan Muffin Ubi yang lembut serta kaya gizi berhasil mencuri perhatian peserta.
Kepala DKP Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menyebutkan bahwa pengembangan pangan lokal seperti ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin Desa Codo menjadi contoh bagaimana pangan lokal bisa diolah secara kreatif, sehat, dan bernilai ekonomi. Konsep B2SA bukan sekadar slogan, tapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” tegas Mahila.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi DKP untuk mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya konsumsi pangan yang tidak hanya lezat, tapi juga seimbang dan aman. Dengan memaksimalkan potensi bahan pangan lokal, masyarakat diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru.
Antusiasme peserta pun tinggi. Mereka berharap pelatihan ini bisa rutin dilakukan agar inovasi pangan lokal terus berkembang dan membawa dampak positif secara ekonomi maupun sosial.
Dengan dukungan dan pembinaan berkelanjutan, Desa Codo digadang-gadang bisa menjadi model nasional dalam pengembangan pangan lokal berbasis konsep B2SA yang inklusif dan berkelanjutan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor/Publisher: Rahmat Mashudi Prayoga




















































