BACAMALANG.COM – Memperingati Hari Bumi 2026, mahasiswa pecinta alam (impala) dari Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Mapala ACS UNIRA, KSR Brawijaya, dan Sahabat Alam Indonesia (SALAM) menggelar Earth Day Festival belum lama ini.
Kegiatan tersebut menitikberatkan pada aksi nyata pelestarian lingkungan, mulai dari pembibitan, penanaman mangrove, transplantasi terumbu karang, hingga pelatihan monitoring dan perawatan ekosistem.
Ketua Umum Impala UB, Azumardi Azra Oganda, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi organisasi yang dalam waktu dekat akan memasuki usia ke-50 tahun.
“Ini adalah bagian dari gerakan kami untuk terus berkontribusi kepada lingkungan. Menjelang usia 50 tahun, kami ingin tetap berproses dalam upaya pelestarian alam,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Fajrul Falah dari Divisi Konservasi Mapala ACS UNIRA menilai minat terhadap isu konservasi lingkungan saat ini masih kalah dibandingkan aktivitas olahraga alam bebas.
“Minat terhadap isu konservasi masih minim dibandingkan olahraga alam bebas. Karena itu, kami berupaya menyeimbangkan antara pembelajaran dan implementasi di lapangan,” katanya.
Menurutnya, gerakan kolaboratif menjadi kunci dalam menjawab tantangan perubahan iklim. Sinergi lintas organisasi memungkinkan pembagian peran sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Generasi muda pecinta alam pun dituntut adaptif terhadap perkembangan pembangunan, agar mampu mengawal keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































