Geliat Seni di Tengah Pandemi - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

RAGAM · 24 Jun 2020 15:00 WIB ·

Geliat Seni di Tengah Pandemi


 Geliat Seni di Tengah Pandemi Perbesar

BACAMALANG.COM – Pandemi COVID-19 hampir membuat seluruh sendi kehidupan menjadi terhenti. Termasuk di bidang seni dan budaya. Namun hal ini tidak membuat para seniman berpangku tangan. Dalam kondisi keterbatasan stay at home, mereka tetap berkreasi.

Memasuki era new normal, sebanyak 14 seniman mengusung karya mereka dalam sebuah pameran bertajuk “Arthome” di gedung Dewan Kesenian Malang (DKM).
Pameran ini diinisiasi Badan Pengurus Harian (BPH) DKM, dengan pembatasan pengunjung sesuai protokol new normal dari Pemerintah.

Kurator pameran Akhmadi Budi Santoso menuturkan, event ini sebagai upaya merespon terbelenggunya berbagai sendi kehidupan di wabah ini. “Ternyata banyak karya yang bisa dikreasikan, mulai lukisan hingga instalasi,” ungkap pria yang akrab disapa Leck ini, Senin (22/6/2020).

Leck menambahkan, karya-karya yang dibuat selama pandemi ini juga sebagai upaya memberi refleksi dan harapan agar bisa bertahan dan tetap semangat berkesenian.
Seperti diungkapkan Ferry Said, salah satu seniman yang memamerkan lukisan beraliran pop surrealis bertajuk Jejak Record.

Foto: Dinding Solidaritas karya Masari Arifin (Nedi Putra AW)

Ferry gagal melaksanakan tur ke beberapa kota untuk promosi album barunya yang berjudul Semesta Wayang. “Padahal album ini sebenarnya sudah saya luncurkan di Museum HAM Omah Munir Batu beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Namun ia tidak patah semangat. Masa pandemi digunakan untuk berkreasi dengan lukisannya. Karya-karya lainnya seperti Dapeng Gembiras dengan Wayang Noise dari botol air mineral bekas, atau Novantri Sumahadi, personel Tani Maju, lewat meme comic-strip-nya bertema damai dengan covid yang kaya warna.

Masaru Arifin menampilkan “Dinding Solidaritas” lewat ikon dan simbol spiritual dan motivasi terkait wabah korona. Ada pula Dewi Jasmine yang juga menyuguhkan ‘perdamaian’ dengan covid melalui simbol “peace” dari kain perca lewat karya bertajuk “New Normal”. Pameran ini berlangsung mulai 21- 30 Juni 2020. (Ned/Red)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Mbak Ning, Pembina Rumah Inklusi Kota Batu Support Penuh Kopi Embongan Jadi Ruang Ekspresi

22 April 2026 - 07:41 WIB

Silaturrockhim #7 Sukses Digelar di Kepanjen, Disambut Antusiasme Warga

20 April 2026 - 11:16 WIB

“Memahamimu”, Eksplorasi Emosional Hilman Darmawan dalam Balutan Smooth Jazz dan Citypop

19 April 2026 - 07:40 WIB

Qivellyn Zivanna Dinobatkan Sebagai Putri Kebudayaan Jatim 2026 Berbakat, Raih Beasiswa S1/S2 Institut Asia

18 April 2026 - 13:41 WIB

“Semampuku”, Curahan Hati Alesande L Tentang Cinta yang Apa Adanya

15 April 2026 - 14:12 WIB

Brigadir Nurfauziah, Srikandi Brimob Asal Malang di Kejuaraan Dunia Skydiving Prancis

12 April 2026 - 16:40 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !