Inovasi AI untuk Difabel Netra, Tim Labmino Harumkan Indonesia di Panggung Global - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 14 Feb 2026 17:42 WIB ·

Inovasi AI untuk Difabel Netra, Tim Labmino Harumkan Indonesia di Panggung Global


 Tim Labmino dari Universitas Indonesia yang terdiri dari Muhammad Fazil Tirtana, Kaindra Rizq Sachio, Anthony Edbert Feriyanto, Ariq Maulana Malik Ibrahim terpilih sebagai salah satu dari sepuluh Tim Terbaik dunia menjadi Global Ambassador SFT. (ist) Perbesar

Tim Labmino dari Universitas Indonesia yang terdiri dari Muhammad Fazil Tirtana, Kaindra Rizq Sachio, Anthony Edbert Feriyanto, Ariq Maulana Malik Ibrahim terpilih sebagai salah satu dari sepuluh Tim Terbaik dunia menjadi Global Ambassador SFT. (ist)

BACAMALANG.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan anak muda Indonesia di panggung inovasi dunia. Tim Labmino dari Universitas Indonesia (UI) terpilih sebagai salah satu dari sepuluh tim terbaik dunia dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow (SFT) dan menyandang predikat Global Ambassador.

Capaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Indonesia lolos sebagai Global Ambassador dalam program Samsung Solve for Tomorrow. Indonesia juga menjadi satu dari dua negara di kawasan Asia Tenggara dan Oseania yang berhasil meraih posisi prestisius tersebut.

Tim Labmino mencuri perhatian dewan juri global lewat inovasi bernama RunSight, perangkat wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman. Solusi ini lahir dari kepedulian tim terhadap minimnya akses olahraga inklusif bagi difabel netra.

RunSight dikembangkan tidak hanya mengedepankan kecanggihan teknologi, tetapi juga aspek kenyamanan, efisiensi energi, serta biaya produksi yang terjangkau. Tim harus mengoptimalkan sistem AI yang kompleks agar tetap ringan digunakan saat berlari tanpa mengorbankan performa dan keamanan.

Perwakilan Tim Labmino, Anthony Edbert Feriyanto, menyebut perjalanan di SFT sebagai pengalaman yang mengubah cara pandang mereka terhadap potensi diri.

> “Mengikuti Samsung Solve for Tomorrow adalah perjalanan yang benar-benar mengubah cara kami melihat diri kami sendiri dan potensi yang kami miliki. Kami merasa sangat bahagia dan bangga bisa membawa nama Indonesia sebagai Global Ambassador. Ini bukan sekadar memenangkan program, tapi membuktikan bahwa ide yang lahir dari kepedulian bisa tumbuh menjadi solusi nyata yang berdampak,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Lebih dari sekadar kompetisi, program ini menjadi learning journey yang membentuk pola pikir kritis, kolaboratif, serta kepemimpinan global. Tim Labmino harus melalui proses panjang, mulai dari pengasahan ide, validasi dampak sosial, hingga pengembangan prototipe yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Apresiasi atas capaian ini juga datang dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menilai keberhasilan tersebut menunjukkan potensi besar generasi muda dalam menjawab tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

“Inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ini menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan nyata. Kami juga mengapresiasi inisiatif Samsung melalui Solve for Tomorrow yang sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pendidikan dan ekosistem inovasi,” katanya.

Sementara itu, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Bagus Erlangga, turut menyampaikan kebanggaannya. Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa AI yang bermakna adalah teknologi yang mampu memberdayakan manusia.

“Kami sangat bangga atas terpilihnya Tim Labmino sebagai SFT Global Ambassador. Perjalanan mereka menjadi contoh bagaimana empati dan teknologi dapat bersatu menciptakan inovasi berdampak di tingkat global,” tandasnya.

Pewarta/Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

JKJT Edukasi Remaja Gereja tentang Bahaya Kecanduan Gadget, Aktivitas Alam Jadi Solusi Tingkatkan Fokus

14 Juni 2026 - 17:55 WIB

Transformasi Besar Unika Widya Karya Malang, Alumni dan Mahasiswa Diajak Jadi Duta Kampus

14 Juni 2026 - 16:21 WIB

GMNI Kabupaten Malang Desak Evaluasi Total KDMP, Soroti Masalah Tata Kelola dan Beban Desa

13 Juni 2026 - 10:21 WIB

Perkuat Budaya Akademik, HMPS TBI Universitas Al-Qolam Gelar Pekan Inovasi dan Riset 2026

13 Juni 2026 - 07:19 WIB

Program Magang Mandiri UMM Tuntas, Maha Patih Law Office Harap Sinergi Kampus dan Praktisi Hukum Terus Berlanjut

13 Juni 2026 - 07:11 WIB

GKB 5 UMM Diresmikan, Perkuat Posisi Kampus Putih sebagai Pusat Pendidikan Medis Nasional

12 Juni 2026 - 14:37 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !