Kembali Erupsi, Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas dan Abu Vulkanik - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 16 Jan 2021 21:08 WIB ·

Kembali Erupsi, Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas dan Abu Vulkanik


 Kembali Erupsi, Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas dan Abu Vulkanik Perbesar

BACAMALANG.COM – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Sabtu (16/01/2021) pukul 17.24 WIB.

Awan Panas Guguran (APG) terlihat keluar dari kawah dan meluncur ke arah tenggara dengan jarak luncur kurang lebih 4,5 kilometer. Selain itu, Gunung Semeru juga menyemburkan abu vulkanik yang diperkirakan akan mengarah ke utara, menyesuaikan dengan arah angin.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dalam cuitannya di Twitter mengkonfirmasi hal tersebut. Ia menjelaskan perkiraan awal lokasi berada di daerah sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan.

“Gunung Semeru mengeluarkan awan panas, dengan jarak 4,5 km. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan saat ini menjadi titik guguran panas,” tulisnya di Twitter.

Berada di Status Level II

Di lain pihak, Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan status Gunung Semeru saat ini berada di level II atau ‘Waspada’.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menjelaskan pihaknya saat ini sedang melakukan evaluasi lebih lanjut terkait meletusnya Gunung Semeru.

Terkait aktivitas Gunung Semeru yang kembali aktif, Raditya dalam rilisnya mengimbau kepada masyarakat agar waspada dalam menghadapi potensi bencana.

“Masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan,” jelas Raditya dalam rilisnya.

Di samping itu, ia mengingatkan warga,, khususnya yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) bahwa intensitas curah hujan yang tinggi dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

“Khususnya masyarakat di sekitar DAS Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan tinggi, sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin,” pungkasnya.(zuk)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

30 Tahun Kudatuli, Amnesty International Desak Komnas HAM Usut Dugaan Pelanggaran HAM Berat hingga Tuntas

28 Juli 2026 - 22:21 WIB

Komisi I DPRD Kabupaten Malang Kawal Penyelesaian Persoalan Pertanahan hingga Kanwil BPN Jatim

28 Juli 2026 - 17:54 WIB

Survei Diklaim Tunjukkan Dukungan 90,9 Persen, DKN Desak Trans Jatim Koridor 2 Segera Beroperasi

28 Juli 2026 - 17:52 WIB

Perjuangkan Apresiasi Atlet, Pengurus NPCI Kabupaten Malang Ajukan Hibah Dana

28 Juli 2026 - 15:42 WIB

Gagal Gondol Honda Vario, Pria Asal Pasuruan Tumbang Dikejar Warga di Sukun, Polisi Temukan 5 Kunci T hingga Diduga Sabu

28 Juli 2026 - 15:20 WIB

Jembatani Ilmu Kimia dengan Kebutuhan Masyarakat, Dosen FSTeM UB Berdayakan Warga Dusun Kunci Lewat Pelatihan Analisis Fitokimia Bahan Jamu Herbal

28 Juli 2026 - 13:00 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !