BACAMALANG.COM – Merasa khawatir keberadaan minimarket mengancam keberlangsungan usaha toko tradisional sebagai sumber nafkah, puluhan warga Dusun Dermo, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menolak rencana pendirian minimarket di wilayahnya, baru-baru ini.
“Warga sekitar menolak berdirinya Indomaret di Dusun Dermo. Karena ini sangat merugikan toko kecil,” kata salah satu warga Dusun Dermo, EA .
Penolakan warga dilakukan dengan penandatangan petisi secara bersama ini terpantau telah berlangsung sejak Sabtu (20/8/2022) hingga Minggu (21/8/2022) lalu.
Menurut EA, rencana berdirinya Indomaret ini akan berdampak pada penghasilan toko tradisional. Sebab, rencana lokasi berdirinya mini market ini tak jauh dari toko tradisional milik warga setempat.
“Disini sudah sekitar puluhan warga yang sudah menyatakan penolakannya dan turut menandatangani petisi ini,” sambungnya.
Warga Dermo ini berharap agar pemerintah setempat dapat segera mengambil sikap serius agar hal yang akan mempengaruhi perekonomian masyarakat ini tidak benar-benar terealisasi.
Sementara itu, Kepala Desa Mulyoagung Suheri mengatakan, semua keputusan berada di tangan warga.
“Kalau diperbolehkan warga ya monggo (silahkan). Tapi kalau tidak diperbolehkan warga ya kita nggak (tidak) bisa maksa,” kata Kades Suheri singkat.
Ia mengaku telah menerima petisi penolakan dari sekitaran 60-an warga Dusun Dermo yang tidak sepakat terhadap rencana pendirian Indomaret ini.(had)





















































