Membahas Sinar, Novel Baru Karya Rayni N Massardi di Rumah Budaya Ratna - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 8 Des 2024 16:59 WIB ·

Membahas Sinar, Novel Baru Karya Rayni N Massardi di Rumah Budaya Ratna


 Penulis Rayni N. Massardi, (kiri), saat membahas novel terbarunya, yakni Sinar dalam sebuah diskusi bersama Asyrofi RS, di Rumah Budaya Ratna Jl. Diponegoro No. 3, Malang, Sabtu (7/12/2024). (Nedi Putra AW) Perbesar

Penulis Rayni N. Massardi, (kiri), saat membahas novel terbarunya, yakni Sinar dalam sebuah diskusi bersama Asyrofi RS, di Rumah Budaya Ratna Jl. Diponegoro No. 3, Malang, Sabtu (7/12/2024). (Nedi Putra AW)

BACAMALANG.COM – Rumah Budaya Ratna (RBR) kedatangan tamu istimewa. Penulis Rayni N. Massardi, hadir membahas novel terbarunya, yakni Sinar dalam sebuah diskusi yang dibedah Asyrofi RS, di RBR Jl. Diponegoro No. 3, Malang, Sabtu (7/12/2024) malam.

Novel terbaru Rayni ini dikembangkan dari ide Christyan AS, seniman asal Malang, yang mengisahkan tentang Sinar Simakir, lulusan S2 berusia 24 tahun yang tinggal bersama ayahnya.

Hidup Sinar unik, karena hanya menjadi penjaga toilet dan bekerja sambilan di perpustakaan, apalagi ia memilih dunia maya yang dianggapnya lebih menarik.

Lewat TikTok, Sinar bertemu dengan Bumimata, seorang duda tanpa anak yang membuat hubungan mereka berlanjut dengan cinta di dunia nyata.

Namun sebuah nama lain, yakni Sandi, akhirnya masuk dalam lingkaran asmara keduanya.

Novel ini tidak hanya bercerita tentang cinta, tetapi juga tentang pengorbanan dan keteguhan hati.

Sinar, tokoh utama dalam novel ini, menunjukkan betapa kuatnya cinta dan kesetiaan, bahkan di tengah cobaan dan kesulitan yang dialaminya.

Para peserta diskusi dan bedah buku Novel Sinar karya Rayni N. Massardi, (kiri), di Rumah Budaya Ratna Jl. Diponegoro No. 3, Malang, Sabtu (7/12/2024). (Nedi Putra AW)

Dalam diskusi yang berlangsung santai tersebut, Asyrofi mengungkapkan bahwa novel ini sangat menarik karena mengangkat isu yang cukup berat dengan bahasa ringan, yakni adanya kecenderungan korban kekerasan seksual di masa kecil akan menjadi pelakunya saat sudah dewasa.

“Pada novel ini 1 bab terdiri dari 2-3 lembar, dimana kisahnya terjadi saat Covid melanda. Alurnya linier meski ada scene yang melompat-lompat. Bagi saya memang sedikit mengganggu tapi tetap asyik karena menjadi foreshadowing akan kejadian-kejadian berikutnya,” urai dia.

Menurut Asyrofi, tokoh Sinar ini relate dengan anak muda saat ini, yang pekerjaannya serabutan dan aktif di media sosial.

Novel ini merupakan proyek keempat yang melibatkan Rayni dan Christyan, setelah kolaborasi dalam cerpen grafis Daun Itu Mati (2017), novel Rainbow Cake (2019), serta kumpulan aksara dan sketsa Darah (2023).

“Saya kenal mbak Ratna Indraswari Ibrahim karena sama-sama masuk dalam daftar penulis di “Laki-laki yang Kawin dengan Peri”- Cerpen pilihan Kompas tahun 1995. Apalagi komposisi daftar penulisnya tercantum berurutan, Ratna Indraswari Ibrahim, selanjutnya nama saya Rayni M. Massardi,” ungkapnya mengawali pembicaraan.

Pemilik nama Siti Ingrayni Anwar Massardi ini merasa sebenarnya agak terlambat untuk menulis, karena ia baru memulainya setelah pulang ke Indonesia, bahkan ketika sudah punya anak.

“Dalam menulis sesuatu pokoknya saya menulis saja,” ungkap alumnus Universitas Paris III, Sorbone Nouvelle, Perancis tahun 1981 ini.

Rayni mengaku menulis novel ini di tengah berbagai kesibukan, hingga akhirnya berkat dukungan dari suaminya, Noorca M Massardi, novel ini rampung digarap di Sanur, Bali.

Sementara Noorca M Massardi ikut menanggapi ulasan dari Asyrofi. Pria yang pernah menjadi Pimred Majalah Jakarta-Jakarta ini berbicara tentang isu yang diangkat, scene yang melompat-lompat yang terasa meninggalkan lubang dalam ceritanya, hingga teknis penempatan caption dalam foto.

“Isunya memang cukup sensitif, semoga pembaca bisa memahami. Kalau bagian-bagian kosong itu memang bagian dari Christyan yang akhirnya tidak dapat bergabung dalam penulisan novel ini,” jelas Noorca yang selalu menjadi editor pertama dalam setiap tulisan sang istri.

Mirip dengan adegan dalam sebuah film, ada kejutan, dimana auidens tidak menyangka bahwa kedua orang tua Christyan AS ternyata hadir dalam bedah novel ini.

Bahkan sang ibunda sempat mohon maaf kepada Rayni dan Noorca bahwa putranya dengan pikiran yang melompat-lompat membuat dia tak dapat berkolaborasi langsung dengan Rayni di novel terbarunya ini.

“Oh tidak apa-apa Bu. Saya yakin ini tidak menjadi masalah, apalagi Christyan juga tidak merasa bersalah,” tandas Noorca.

Sebagai penulis, Rayni telah menghasilkan sejumlah karya, seperti kumpulan cerpen tunggal. Sementara digital darwingnya dipilih untuk mengisi beberapa ilustrasi buku, seperti karya Sujiwo Tejo dan DR Muhammad Nursamad Kamba maupun kumpulan puisi karya Noorca M Massardi. Ibu dua anak dan nenek tiga cucu ini juga menulis beberapa kisah non-fiksi.

Pewarta : Nedi Putra AW

Editor: Aan Imam Marzuki

Artikel ini telah dibaca 182 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Motor Vario Raib di Depan RSAU dr Moenir Singosari, Aksi Pelaku Terekam CCTV

21 Juni 2026 - 17:10 WIB

Panggung Spektakuler dan Lautan Penonton, POLIPONI Malang Hadirkan Malam Tak Terlupakan

21 Juni 2026 - 14:27 WIB

Si Jaran Kacang Jadi Primadona Sedekah Bumi Bedali, Ludes Dijabuti Warga

21 Juni 2026 - 13:30 WIB

Gladi Penanganan Erupsi Kelud Dimatangkan, Perkuat Sistem Komando Darurat

21 Juni 2026 - 10:41 WIB

Honda Beat Raib Digasak Maling di Warnet Sawojajar, Aksi Pelaku Terekam CCTV

21 Juni 2026 - 10:22 WIB

Pentas Seni SDK Mardiwiyata 2 Bangkit Pascapandemi, Siswa Tampilkan Ragam Talenta dan Karya Budaya

21 Juni 2026 - 10:05 WIB

Trending di RAGAM

©Hak Cipta Dilindungi !