BACAMALANG.COM – Kota Malang menjadi daerah ke-36 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur yang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI PDI Perjuangan. Agenda lima tahunan ini digelar serentak sebagai bagian dari konsolidasi partai dan penguatan struktur hingga tingkat bawah.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut berlangsung di Hotel Ascent Premiere, Minggu (26/4/2026).
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDIP Jatim, I Made Riandiana Kartika, menjelaskan bahwa Musancab merupakan tahapan lanjutan setelah Kongres, Konferda, dan Konfercab. Ia menegaskan, forum ini tidak sekadar pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk regenerasi kader hingga tingkat ranting dan anak ranting.
“Kota Malang ini menjadi lokasi ke-36 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Setelah ini tinggal Sumenep dan terakhir Surabaya,” ujarnya.
Dalam Musancab kali ini, DPD PDIP Jatim menekankan kebijakan inklusif dengan memperkuat keterwakilan perempuan dan generasi muda. Setiap Pengurus Anak Cabang (PAC) diwajibkan memenuhi kuota minimal 30 persen perempuan atau setidaknya empat orang dari total 11 pengurus.
Selain itu, keterlibatan milenial juga menjadi perhatian utama. Setiap PAC diwajibkan memiliki minimal tiga kader berusia di bawah 35 tahun, dengan satu di antaranya harus menempati posisi strategis sebagai ketua, sekretaris, atau bendahara.
“Kami menginginkan generasi muda terlibat dalam kegiatan politik untuk bersama-sama memikirkan masa depan bangsa. Karena itu, partai memberi ruang bagi kaum milenial agar memiliki tanggung jawab terhadap bangsa ini,” tegas Made.
Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengapresiasi jalannya konsolidasi partai yang dinilai berlangsung solid dan efektif.
Menurutnya, proses pemilihan kepengurusan yang berjalan cepat menjadi indikator kuatnya komunikasi serta kedekatan antar kader di berbagai wilayah.
“Kami melihat konsolidasi berjalan sangat baik. Ini menunjukkan kesolidan kader di Kota Malang,” ujarnya.
Amithya juga menegaskan pentingnya menjaga komposisi kepengurusan yang inklusif, dengan target keterwakilan perempuan minimal 30 persen dan milenial sekitar 20 persen.
Ia menilai kehadiran kader muda akan membawa perspektif baru dalam memahami persoalan masyarakat sekaligus memperkuat peran advokasi partai.
“Mereka adalah fresh air bagi kami, menghadirkan atmosfer baru dalam struktur partai dan proses kaderisasi,” pungkasnya.
Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































