Ngalam Hebak Digelorakan, Osob Kiwalan Didorong Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

MALANG RAYA · 27 Sep 2026 22:26 WIB ·

Ngalam Hebak Digelorakan, Osob Kiwalan Didorong Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman


 Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, bersama Forkopimda, akademisi, dan budayawan dalam kegiatan Temu Budaya dan Deklarasi Ngalam Hebak. (ist) Perbesar

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, bersama Forkopimda, akademisi, dan budayawan dalam kegiatan Temu Budaya dan Deklarasi Ngalam Hebak. (ist)

BACAMALANG.COM — Upaya menjaga identitas budaya Kota Malang kembali digaungkan melalui Temu Budaya Ngalam Hebak. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan Osob Kiwalan atau bahasa walikan yang selama ini lekat dengan kehidupan masyarakat Malang.

Kegiatan yang digelar Polresta Malang Kota bersama Pemerintah Kota Malang, akademisi, komunitas, penggiat budaya, dan berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung di Sanggar Sasana Krida Budaya, Kelurahan Rampal Celaket, Minggu (27/9/2026).

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi mengatakan, pelestarian Osob Kiwalan bukan sekadar mempertahankan cara berkomunikasi, tetapi juga bagian dari upaya menumbuhkan rasa memiliki terhadap Kota Malang.

Menurutnya, Osob Kiwalan memiliki karakter khas yang membedakan masyarakat Malang dengan daerah lainnya.

“Osob Kiwalan sudah menjadi identitas dan ciri khas Kota Malang. Kita perlu menjaga, melestarikan, dan terus mengenalkannya kepada masyarakat,” ujar Danang.

Ia menjelaskan, gagasan pelestarian tersebut lahir dari diskusi bersama akademisi dan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, upaya menjaga budaya lokal membutuhkan keterlibatan bersama agar karakter dan nilai kebersamaan masyarakat Malangan tetap hidup di tengah perubahan zaman.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Ini gerakan bersama untuk merawat identitas, kebersamaan, dan nilai-nilai baik Kota Malang,” tegasnya.

Danang juga menyinggung perjalanan sejarah Kota Malang yang melahirkan banyak atlet, pesepak bola, budayawan hingga seniman. Berbagai potensi tersebut, kata dia, perlu terus dihidupkan melalui kolaborasi masyarakat.

Dengan demikian, karakter Malang sebagai kota pendidikan, wisata, budaya, dan kuliner dapat semakin kuat.

“Intinya, kita harus merasa memiliki Kota Malang dengan bekerja, menjaga, dan merawatnya bersama,” ungkapnya.

Pemkot Malang Dukung Pelestarian Osob Kiwalan

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi inisiatif Polresta Malang Kota yang ikut mendorong pelestarian Osob Kiwalan.

Menurut Wahyu, gerakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui semangat Malang Mbois Berkelas, sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan kearifan lokal.

Ia menyebut Osob Kiwalan memiliki nilai sejarah yang kuat dan dikenal sebagai salah satu bagian dari identitas masyarakat Malang. Dalam sejarah lokal, penggunaan bahasa tersebut juga kerap dikaitkan dengan perjuangan dan sosok Mayor Hamid Rusdi.

“Osob Kiwalan merupakan kearifan lokal yang unik dan menjadi bagian dari kekompakan masyarakat Malangan. Tradisi ini harus terus dijaga agar tidak hilang,” terang Wahyu.

Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi lokal. Ruang-ruang kebudayaan, termasuk kawasan Celaket, dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman serta kehidupan budaya Kota Malang.

Deklarasi Jadi Pemantik Gerakan Ngalam Hebak

Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Brawijaya, Imron, mengatakan deklarasi Holopes Janji diharapkan menjadi langkah awal untuk menggugah kembali semangat Kera Ngalam dalam menjaga identitas daerah.

“Holopes Janji sebagai pemantik untuk mendorong dan menguatkan kembali identitas Malang. Ngalam Hebak menjadi wujud kepedulian lintas elemen atas kondisi sosial yang bergerak dan hampir menggeser identitas budaya dan sosial Malang,” ujarnya.

Menurut Imron, Malang Raya memiliki kekhasan yang perlu terus dihidupkan sebagai identitas wilayah. Bahasa menjadi salah satu simbol penting dalam membangun identitas dan memperkuat interaksi sosial masyarakat.

Karena itu, Osob Kiwalan dinilai perlu terus diperkenalkan, termasuk kepada generasi muda dan masyarakat pendatang.

“Bahasa menjadi simbol penting dalam interaksi yang membangun identitas. Maka bahasa walikan menjadi elemen yang melandasi perlunya identitas tersebut dikuatkan. Di samping juga merekam sejarah perjuangan yang menggunakan ini sebagai bahasa sandi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, deklarasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan berbagai gerakan agar upaya pelestarian budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

“Poin pentingnya generasi muda supaya tidak kehilangan identitas, bisa melalui skema pengajaran ataupun simbolitas bahasa di ruang-ruang publik yang lebih masif,” tandasnya.

Temu Budaya Ngalam Hebak diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama antara aparat, pemerintah, akademisi, komunitas, budayawan, dan masyarakat untuk menjaga identitas Malang.

Pelestarian Osob Kiwalan pun diharapkan tidak sekadar menjadi nostalgia, tetapi terus digunakan, dikenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari sejarah serta kebudayaan masyarakat Malang.

Pewarta: Rohim Alfarizi
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Malang Super Fight #27 Kembali Naik Ring, Bidik Talenta Muda dan Hidupkan Barometer Tinju Nasional

27 September 2026 - 21:47 WIB

PERKI Cabang Malang Gelar Peringatan World Heart Day 2026, Hadirkan Edukasi Kesehatan, Skrining, hingga Peluncuran Ambulans Pertama di Indonesia untuk Perkuat Respons Kegawatdaruratan Jantung

27 September 2026 - 15:00 WIB

Dari Masjid UBeKa untuk Sesama, Ratusan Porsi Makanan Gratis Dibagikan

27 September 2026 - 07:10 WIB

Dari Foto Pasar Gadang, Wali Kota Malang Bicara tentang Perubahan Kota dan Cerita di Balik Sebuah Karya

26 September 2026 - 20:53 WIB

Polda Jatim Kunjungi Korban Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, Pastikan Pendampingan dan Proses Hukum

26 September 2026 - 18:24 WIB

BAZNAS-BPBD Kirim 5.000 Liter Air Bersih, Warga Arjosari Kalipare Terbantu Hadapi Kekeringan

26 September 2026 - 16:35 WIB

Trending di MALANG RAYA

©Hak Cipta Dilindungi !