BACAMALANG.COM – Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan bagi masyarakat tidak mampu yang menghadapi kondisi darurat kesehatan di luar daerah. Kondisi ini dialami Matsuri, warga RT 20 RW 05 Desa Tumpuk Renteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, yang kini harus segera dipulangkan dari Tarakan, Kalimantan Utara, setelah menjalani operasi kepala akibat pecahnya pembuluh darah.
Menurut keterangan Ida Riani, keponakan pasien, Matsuri berangkat ke Tarakan sekitar tujuh bulan lalu untuk bekerja di Berau sebagai penjual bakso. Namun pada akhir Januari 2026, ia tiba-tiba pingsan dengan tekanan darah mencapai 260.
“Rumah sakit di Berau tidak sanggup menangani, sehingga paman saya dirujuk ke rumah sakit di Tarakan pada 2 Februari 2026 dan langsung menjalani operasi kepala,” jelas Ida.
Saat ini kondisi pasien sudah memungkinkan untuk dipulangkan ke Malang dan dijadwalkan kembali pada Minggu, 15 Februari 2026. Namun, biaya transportasi menjadi kendala utama bagi keluarga.
Total kebutuhan dana mencapai Rp 17.117.100 untuk tiket pesawat pasien, Rp 3.803.000 untuk tiket pendamping dan perawat, serta Rp 600.000 untuk biaya tabung oksigen selama perjalanan.
“Kami sekeluarga sudah patungan semampunya, tapi dana yang terkumpul baru sekitar separuh. Masih kurang separuh lagi,” ungkap Ida.
Keluarga berharap Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya melalui Dinas Sosial, dapat segera memberikan bantuan agar proses pemulangan pasien tidak tertunda.
“Proses administrasi memang panjang, tapi waktunya sangat mepet. Kami mohon perhatian dan bantuan dari pemerintah agar Pak Matsuri bisa segera kembali ke Malang,” tambahnya.
Bagi masyarakat yang ingin membantu atau bersilaturahmi, dapat datang langsung ke RT 20 RW 05 Desa Tumpuk Renteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, atau menghubungi akun Facebook Agnez Lie Suice. Donasi juga dapat disalurkan melalui rekening BNI 0806389444 atas nama Ida Riyani.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga



























































