Pasien Asal Turen Butuh Bantuan Dana untuk Pemulangan dari Tarakan Usai Operasi Otak - BACAMALANG.COM

Menu

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 14 Feb 2026 08:27 WIB ·

Pasien Asal Turen Butuh Bantuan Dana untuk Pemulangan dari Tarakan Usai Operasi Otak


 Pasien bernama Matsuri, warga RT 20 RW 05 Desa Tumpuk Renteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, membutuhkan bantuan untuk kepulangan dari Tarakan. (Ida for Baca Malang) Perbesar

Pasien bernama Matsuri, warga RT 20 RW 05 Desa Tumpuk Renteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, membutuhkan bantuan untuk kepulangan dari Tarakan. (Ida for Baca Malang)

BACAMALANG.COM – Dukungan pemerintah sangat dibutuhkan bagi masyarakat tidak mampu yang menghadapi kondisi darurat kesehatan di luar daerah. Kondisi ini dialami Matsuri, warga RT 20 RW 05 Desa Tumpuk Renteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, yang kini harus segera dipulangkan dari Tarakan, Kalimantan Utara, setelah menjalani operasi kepala akibat pecahnya pembuluh darah.

Menurut keterangan Ida Riani, keponakan pasien, Matsuri berangkat ke Tarakan sekitar tujuh bulan lalu untuk bekerja di Berau sebagai penjual bakso. Namun pada akhir Januari 2026, ia tiba-tiba pingsan dengan tekanan darah mencapai 260.

“Rumah sakit di Berau tidak sanggup menangani, sehingga paman saya dirujuk ke rumah sakit di Tarakan pada 2 Februari 2026 dan langsung menjalani operasi kepala,” jelas Ida.

Saat ini kondisi pasien sudah memungkinkan untuk dipulangkan ke Malang dan dijadwalkan kembali pada Minggu, 15 Februari 2026. Namun, biaya transportasi menjadi kendala utama bagi keluarga.

Total kebutuhan dana mencapai Rp 17.117.100 untuk tiket pesawat pasien, Rp 3.803.000 untuk tiket pendamping dan perawat, serta Rp 600.000 untuk biaya tabung oksigen selama perjalanan.

“Kami sekeluarga sudah patungan semampunya, tapi dana yang terkumpul baru sekitar separuh. Masih kurang separuh lagi,” ungkap Ida.

Keluarga berharap Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya melalui Dinas Sosial, dapat segera memberikan bantuan agar proses pemulangan pasien tidak tertunda.

“Proses administrasi memang panjang, tapi waktunya sangat mepet. Kami mohon perhatian dan bantuan dari pemerintah agar Pak Matsuri bisa segera kembali ke Malang,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin membantu atau bersilaturahmi, dapat datang langsung ke RT 20 RW 05 Desa Tumpuk Renteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, atau menghubungi akun Facebook Agnez Lie Suice. Donasi juga dapat disalurkan melalui rekening BNI 0806389444 atas nama Ida Riyani.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

    Artikel ini telah dibaca 19 kali

    badge-check

    Publisher

    Komentar ditutup.

    Baca Lainnya

    JKJT Edukasi Remaja Gereja tentang Bahaya Kecanduan Gadget, Aktivitas Alam Jadi Solusi Tingkatkan Fokus

    14 Juni 2026 - 17:55 WIB

    Transformasi Besar Unika Widya Karya Malang, Alumni dan Mahasiswa Diajak Jadi Duta Kampus

    14 Juni 2026 - 16:21 WIB

    GMNI Kabupaten Malang Desak Evaluasi Total KDMP, Soroti Masalah Tata Kelola dan Beban Desa

    13 Juni 2026 - 10:21 WIB

    Perkuat Budaya Akademik, HMPS TBI Universitas Al-Qolam Gelar Pekan Inovasi dan Riset 2026

    13 Juni 2026 - 07:19 WIB

    Program Magang Mandiri UMM Tuntas, Maha Patih Law Office Harap Sinergi Kampus dan Praktisi Hukum Terus Berlanjut

    13 Juni 2026 - 07:11 WIB

    GKB 5 UMM Diresmikan, Perkuat Posisi Kampus Putih sebagai Pusat Pendidikan Medis Nasional

    12 Juni 2026 - 14:37 WIB

    Trending di HEADLINE

    ©Hak Cipta Dilindungi !