PB POBSI Beri Apresiasi Penyelenggaraan Turnamen Biliar di Kota Malang

Sekjen PB POBSI, Robby Suarly. (yog)

BACAMALANG.COM – Penyelenggaran Turnamen Lucky Pool feat. Carabao Open Handicap 9 Ball dan 10 Ball bersama Pengurus Besar Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (PB POBSI) masih terus bergulir.

Ditempat turnamen saat ini, Sekretaris Jendral (Sekjen) PB POBSI Robby Suarly memberikan apresiasi. Pasalnya, turnamen ini menggunakan dana mandiri dan juga kolaborasi sponsor.

“Tapi, artinya dengan (rumah biliar) berhasil buka ini, yang kita lihat wow. Tempatnya juga besar, kemudian termasuk saat ini mungkin terbaik di Malang apalagi dengan pertandingan dengan hadiah di atas 300 juta dengan biaya mandiri. Kita otomatis mendukung, itu prinsipnya,” bebernya.

Dilihat dari penyelenggaraan turnamen ini, lanjut dia, membuat pemain-pemain baru tampak senang. Ia pun berharap, dengan adanya pemain-pemain senior taraf nasional atau internasional ini, juga menjadikan suatu pembinaan bagi para juniornya.

Kemudian, pihaknya juga akan mendorong atau mendukung owner-owner atau klub-klub rumah biliar yang berani secara sukacita atau ikhlas dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kompetisi bola sodok.

“Kita dorong dan dukung supaya lebih maksimal dengan melibatkan organisasi disini supaya hasilnya pun kita berharap lebih maksimal,” ucapnya.

Menurut Robby Suarly, secara institusi PB Bopsi memang masih bergantung pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Untuk itu, Dirinya mengajak semuanya semangat dalam mencari jalan keluar, karena menurutnya, tidak semua KONI dapat mendukung 100 persen.

“Kita melihat dukungan dari KONI itu juga berkurang atau tidak sesuai yang diharapkan, kalau patah semangat otomatis menjadi gagal lagi. Jadi memang kita tau mungkin sementara ini cabang olahraga apapun itu, untuk kita perhatian pemerintah itu bukan tidak ada, tapi mungkin tidak maksimal seperti yang kita harapkan,” tandasnya.

“Kedepan, PB POBSI sendiri mengingatkan apabila anggaran atau dukungan dari KONI atau pemerintah tak sesuai dengan yang diharapkan. Penyelenggara harus mencari peluang yang lain, agar targetnya tercapai,” pungkasnya. (why)