Peran Santri di Kampus Jadi Jembatan Transformasi Pesantren Sambut Indonesia Emas 2045 - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

HEADLINE · 10 Okt 2026 19:06 WIB ·

Peran Santri di Kampus Jadi Jembatan Transformasi Pesantren Sambut Indonesia Emas 2045


 Pengurus Harian ISNU UB menghadiri FGD Transformasi Pesantren di Surabaya. (Yusli for bacamalang) Perbesar

Pengurus Harian ISNU UB menghadiri FGD Transformasi Pesantren di Surabaya. (Yusli for bacamalang)

BACAMALANG.COM – Peran santri kini tidak lagi terbatas di balik pagar pondok pesantren. Di tengah perubahan teknologi dan ekonomi, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab membantu pesantren menyiapkan generasi santri sebagai penggerak perubahan menuju Indonesia Emas 2045.

Pandangan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Santri Next: Gerbang Baru Nusantara, Dari Pesantren Menjadi Game Changer Transformasi Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Sabtu (10/10/2026).

Dalam forum tersebut, Pengurus Cabang Khusus (PCK) ISNU Universitas Brawijaya hadir dengan jajaran pengurus harian. Hadir di acara ini, Wakil Ketua PCK ISNU UB Yusli Effendi, Ketua PCK ISNU UB Dr. Nurul Badriyah yang juga Wakil Dekan 1 FEB UB, serta Bendahara PCK ISNU UB Laili Masruro, Pimada yang juga dosen FEB UB.

Yusli menilai jaringan santri telah meluas sebagai mahasiswa, dosen, peneliti, dan profesional di perguruan tinggi umum, termasuk di Universitas Brawijaya. Potensi intelektual tersebut perlu dihubungkan dengan kebutuhan pengembangan pesantren dan agenda pembangunan daerah.

“ISNU UB mendorong santri di kampus untuk mengawal transformasi pesantren, tidak hanya sebagai pengamat tetapi terlibat langsung melalui riset, pengembangan kapasitas, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti,” ujar Yusli.

Menurutnya, kolaborasi antara pesantren, kampus, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar transformasi pendidikan pesantren berpijak pada kebutuhan nyata, namun tetap menjaga tradisi dan kekuatan sosial yang menjadi identitas pesantren.

FGD yang diselenggarakan Pengurus Wilayah ISNU Jawa Timur ini merupakan inisiatif strategis dalam mendukung Indonesia Emas 2045. Forum ini melibatkan pengurus cabang ISNU dari berbagai daerah dan pengurus cabang khusus di lingkungan perguruan tinggi untuk merumuskan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pelaksana Harian Ketua PWNU Jawa Timur KH Muhammad Balya Firjaun Barlaman menekankan pentingnya membentuk santri yang memiliki kekuatan spiritual dan intelektual sekaligus mampu memberi dampak sosial.

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama RI Basnang Said menjelaskan negara telah memberikan pengakuan terhadap pesantren sebagai lembaga sekaligus sistem pendidikan, yang menjadi pijakan penguatan peran pesantren dalam pembangunan nasional.

Sementara Kepala BPKAD Jawa Timur Mohammad Yasin memaparkan posisi strategis Jawa Timur sebagai gerbang baru pertumbuhan Nusantara, yang membuka peluang bagi santri melalui pengembangan santripreneur, pesantrenpreneur, dan sociopreneurship.

Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga

Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Kolaborasi Aksi Bantuan Kemanusiaan Komunitas Asli Malang dan Gimbal Alas, Kapolsek dan Warga Beri Apresiasi

11 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Jelang Rakernas DPN Peradi, Panitia Mulai Matangkan Persiapan

10 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Pangkoopsudnas Kunjungi Lanud Abd Saleh, Perkuat Pembinaan Satuan hingga Ketahanan Pangan

9 Oktober 2026 - 23:05 WIB

PB Mas Bechi Dicabut, Kembali Jalani Sisa Hukuman di Lapas Malang

9 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Dari Pota, Ikhtiar Menghadirkan Air Bersih untuk Warga dan Puskesmas Darurat Terus Berjalan

9 Oktober 2026 - 07:18 WIB

45 Warga Binaan Risiko Tinggi Dipindahkan ke Nusakambangan, Pengamanan Diperketat

8 Oktober 2026 - 16:49 WIB

Trending di HEADLINE

©Hak Cipta Dilindungi !