BACAMALANG.COM – Kolaborasi kemanusiaan Komunitas Asli Malang bersama Gimbal Alas Indonesia menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak pasca gempa di wilayah Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.
Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Polsek Sambi Rampas yang menyediakan fasilitas tempat berteduh dan pendampingan selama kegiatan berlangsung.
Perwakilan Peduli Malang, Yoeni Achyar, menyampaikan terima kasih kepada Kapolsek Sambi Rampas IPDA Hironimus Emylianus, S.IP., yang telah memberikan kemudahan sehingga kegiatan berjalan lancar.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolsek yang sudah memberikan kami tempat untuk berteduh, banyak hal yang kami dapatkan kemudahan di kegiatan kali ini,” ujar Yoeni, Sabtu (10/10/2026).
Selain penyaluran air bersih, Kapolsek dan relawan juga melakukan peninjauan ke Puskesmas Darurat Pota yang berada di lingkungan Mapolsek Sambi Rampas. Peninjauan dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak gempa tetap berjalan, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, penanganan luka ringan, pelayanan ibu dan anak, hingga penyediaan obat-obatan dan air bersih untuk kebutuhan medis.
Kapolsek Sambi Rampas IPDA Hironimus Emylianus, S.IP., menyampaikan apresiasi atas kepedulian komunitas terhadap warga Pota.
“Saya mewakili masyarakat Pota Kecamatan Sambi Rampas mengucapkan terima kasih kepada Mbak Yoeni dari Komunitas Asli Malang juga Pak Dedi dari Gimbal Alas Indonesia atas programnya, sehingga kami dapat menerima manfaat dari program itu,” kata Kapolsek.
Kapolsek berharap bantuan tersebut dijaga amanahnya dan memberikan manfaat lebih besar, terutama untuk mendukung operasional Puskesmas Darurat Pota agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap optimal.
Bantuan air bersih ini disambut antusias warga. Pasca gempa, warga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih dan harus membeli air jerigen seharga Rp 10.000.
“Air bersih Pak. Airnya asing setelah gempa. Beli cergen Rp10.000. Ya cukup, kami berterima kasih, kami senang sekali,” ujar salah seorang warga.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga


























































