BACAMALANG.COM – Ramadan 2026 kembali menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Malang. Sejalan dengan tren nasional yang mencatat kenaikan omzet rata-rata 15–20 persen, sejumlah UMKM lokal merasakan dampak langsung, meski tidak semua sektor mengalami lonjakan penjualan.
Di sektor produk rumah tangga, khususnya tekstil, Dian Intan dari Int’s Sprei melaporkan adanya penurunan penjualan, dengan rata-rata hanya 1–2 produk terjual per hari.
“Penjualan sprei Ramadan ini menurun dibanding tahun lalu. Meski begitu, kami tetap menjaga kualitas dan memberikan promo untuk stok yang ada. Konsumen masih memilih sprei kami karena bahannya halus, adem, dan awet,” ungkapnya.
Berbeda dengan kondisi tersebut, Najmun Nisa melalui usaha kriya (kerajinan tangan) STAR’C mencatat penjualan yang relatif stabil. Produk unggulannya berupa gantungan kunci (ganci) tulip dengan beragam warna tetap diminati konsumen.
“Penjualan tidak terlalu dipengaruhi Ramadan, tapi gantungan kunci tulip tetap banyak dicari karena desainnya unik dan warnanya beragam. Ke depan saya ingin menambah variasi produk dan memperkuat pemasaran online,” jelasnya.
Sementara itu, Wieke Widiati dari W Handmade Collection menyebut penjualan kerajinan tangan selama Ramadan berjalan normal.
“Meski tidak ada peningkatan signifikan, saya tetap bersyukur masih ada pesanan. Produk custom tetap diminati, dan pembelian minimal Rp100.000 kami beri bonus sebagai apresiasi. Saya berharap jaringan kenalan semakin luas agar penjualan bisa meningkat di masa depan,” tuturnya.
Secara umum, Ramadan tetap menjadi momentum strategis bagi UMKM di Kabupaten Malang. Sektor makanan dan minuman mencatat peningkatan signifikan, terutama melalui strategi kemasan edisi Lebaran dan promo pembelian dalam jumlah besar. Produk kriya cenderung stabil berkat desain unik dan pemasaran sederhana, sementara produk rumah tangga seperti sprei mengalami penurunan.
Dengan tren nasional yang menunjukkan kenaikan omzet hingga 15–20 persen, pelaku UMKM di Malang dituntut untuk terus beradaptasi, memperkuat strategi digital, memperluas jaringan kemitraan, serta menjaga kualitas produk agar peluang Ramadan dapat dimaksimalkan.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































