BACAMALANG.COM – Retakan tebing di kawasan Perhutani, sebelah timur Dusun Krajan Wetan, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Celah yang mulai muncul sejak 2019 itu dilaporkan semakin melebar dan berpotensi menyebabkan tebing ambrol.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang pun meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan langsung di lokasi pada Jumat (23/10/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini sekaligus mengantisipasi potensi bahaya, terutama menjelang musim hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan tim mitigasi melakukan pemeriksaan lapangan dengan bantuan drone. Hasil pemantauan menunjukkan celah retakan terus bertambah lebar sehingga perlu diwaspadai.
“ Masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati, terutama saat memasuki musim hujan,” ujar Sadono, Minggu (25/10/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan, retakan tersebut membentang sepanjang sekitar 100 meter. Tebing memiliki ketinggian sekitar 150 meter, dengan lebar celah retakan mencapai 2 meter, ketebalan sekitar 5 meter, serta kemiringan berkisar 30 hingga 90 derajat.
Berjarak 400 Meter dari Permukiman
Lokasi retakan tebing berada sekitar 400 meter dari permukiman warga. Kondisi tersebut menjadi perhatian BPBD karena potensi ambrolnya tebing dikhawatirkan berdampak terhadap masyarakat di RT 3, RT 4, RT 5, dan RT 6, RW 01, Dusun Krajan Wetan.
Hingga kini, jumlah kepala keluarga maupun warga yang berpotensi terdampak masih dalam proses pendataan. Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat risiko serta menentukan langkah antisipasi yang diperlukan apabila kondisi tebing memburuk.
BPBD Kabupaten Malang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Warga juga diharapkan tidak mendekati area retakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Pemantauan di lokasi melibatkan BPBD Kabupaten Malang, Pemerintah Desa Sitiarjo, SIBAT PMI Sumbermanjing Wetan, Marva Telekomunikasi, dan Buana Solusindo.
Upaya pemantauan dan mitigasi tersebut diharapkan dapat membantu mengantisipasi risiko bencana serta meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap warga sekitar.
Pewarta: Hadi Triswanto
Editor: Rahmat Mashudi Prayoga




















































