Sambut Atria Wedding Fair 2026 – “Forever Begins Here”, Atria Hotel Malang Kupas Cerita di Balik Persiapan Wedding Lewat “Behind The Wedding” - BACAMALANG.COM

Menu ✖

Mode Gelap
Fapet UB Kembangkan LENTERA, Sistem Modernisasi Peternakan Ayam Berbasis AI dan IoT untuk Segmentasi Peternak Kecil Viral Hukuman Ringan Koruptor, Dosen FH UMM Berharap Hakim Harus Lebih Berani Jatuhkan Vonis ACPM Gelar Pameran Lukisan dan Seni Budaya di Gedung DPRD Kota Malang, Diikuti Pelukis Difabel Dukung Program EBT Pemerintah, UMM Kembangkan PLTS dan PLTB di Berbagai Lokasi Tahun Baru 2025, Shanaya Resort Malang Pesta Kembang Api dan Bagi Hadiah Tiket Pesawat

EVENT & ACARA · 2 Okt 2026 09:41 WIB ·

Sambut Atria Wedding Fair 2026 – “Forever Begins Here”, Atria Hotel Malang Kupas Cerita di Balik Persiapan Wedding Lewat “Behind The Wedding”


 Vendor Wedding di Malang siap untuk memeriahkan Atria Wedding Fair 2026. (ist) Perbesar

Vendor Wedding di Malang siap untuk memeriahkan Atria Wedding Fair 2026. (ist)

BACAMALANG.COM – Saat ini, calon pengantin semakin mudah mencari inspirasi melalui Instagram, TikTok hingga berbagai platform digital, khususnya memilih venue dan vendor pernikahan, yang justru membutuhkan pertimbangan yang semakin matang. Tampilan visual yang menarik di media sosial belum tentu cukup untuk menggambarkan bagaimana sebuah vendor bekerja ketika menghadapi situasi nyata pada hari pernikahan.

Fenomena tersebut dibahas lebih dekat dengan calon pengantin oleh Atria Hotel Malang, dengan menghadirkan episode Wedding Series bertajuk “Behind The Wedding: Hal yang Nggak Pernah Dibahas WO ke Klien”.

Perbicangan membahas topik, bagaimana wedding bukan hanya tentang apa yang tampak di media social, meski kini mwnjadi salah satu sumber utama calon pengantin dalam mencari referensi. Dekorasi, venue, Wedding Organizer hingga entertainment dapat ditemukan dalam hitungan menit melalui layar smartphone.

Namun, pengalaman sebuah vendor tidak hanya dapat dinilai melalui tampilan konten. Cara berkomunikasi, memahami kebutuhan pasangan, melakukan koordinasi hingga menghadapi perubahan pada hari-H menjadi bagian penting dalam menentukan kelancaran sebuah acara.

Podcast ini dipandu oleh MC Ipin Irfani bersama Yusnie, Director of Sales & Marketing Atria Hotel Malang, dan Gusgianto Aris Wijaya, Owner Edelweiss Event Organizer. Melalui obrolan yang dikemas santai, podcast ini mengangkat sisi lain dari persiapan wedding yang sering kali tidak terlihat oleh calon pengantin. Mulai dari cara memilih vendor di tengah tren media sosial, memahami kualitas vendor dalam paket all-in wedding, hingga berbagai koordinasi yang berlangsung di balik layar sebelum acara dimulai.

Yusnie, Director of Sales & Marketing Atria Hotel Malang, mengatakan bahwa melihat venue secara langsung tetap menjadi bagian penting sebelum pasangan mengambil keputusan.

“Foto dan video tentu membantu calon pengantin mendapatkan inspirasi awal. Namun ketika datang langsung, mereka bisa merasakan atmosfer venue, melihat ruang secara keseluruhan, memahami flow tamu hingga membayangkan bagaimana konsep wedding nantinya akan diwujudkan. Hal-hal seperti ini sulit dirasakan hanya melalui layar,” ujarnya belum lama ini.

Pembahasan tersebut juga menjadi semakin relevan dengan hadirnya beragam paket wedding yang menawarkan venue, dekorasi, Wedding Organizer, entertainment hingga dokumentasi dalam satu paket. Podcast ini mengajak calon pengantin untuk tidak hanya melihat kelengkapan paket, tetapi juga memahami siapa saja pihak yang akan terlibat dalam hari penting mereka.

Di balik wedding yang terlihat sempurna, ada sebuah proses yang melibatkan berbagai pihak. Sebuah wedding mungkin berlangsung hanya beberapa jam, namun persiapannya melibatkan koordinasi panjang antara hotel, Wedding Organizer, vendor, banquet team hingga keluarga.

Perubahan rundown, jumlah tamu yang bertambah hingga permintaan mendadak menjadi beberapa situasi yang mungkin tidak terlihat oleh tamu maupun pasangan, tetapi harus dapat diantisipasi oleh tim di balik acara

Gusgianto Aris Wijaya, Owner Edelweiss Event Organizer menekankan bahwa peran Wedding Organizer bukan sekadar menjalankan rundown.

“Yang dilihat pengantin mungkin hanya acara yang berjalan dari awal sampai selesai. Padahal di belakangnya ada banyak komunikasi dan keputusan kecil yang harus dilakukan dengan cepat. WO harus memastikan vendor, keluarga dan venue berjalan dalam ritme yang sama supaya pengantin tetap bisa menikmati hari mereka,” ungkapnya.

Sementara dari sisi hotel, persiapan juga dilakukan jauh sebelum ballroom dibuka untuk para tamu. Penataan ruangan, kesiapan makanan, koordinasi banquet, akses vendor, hingga detail pelayanan menjadi satu rangkaian yang saling berkaitan.
Menurut Yusnie, kolaborasi menjadi salah satu kunci utama dalam sebuah wedding.

“Wedding bukan pekerjaan satu pihak. Hotel, WO, vendor dan keluarga harus memiliki komunikasi yang baik. Ketika seluruh tim memahami perannya masing-masing, pasangan tidak perlu terlalu banyak memikirkan detail teknis dan bisa lebih menikmati momen spesial mereka,” tambahnya.

Podcast Wedding Series bertajuk “Behind The Wedding: Hal yang Nggak Pernah Dibahas WO ke Klien” di Atria Hotel Malang. (ist)

Yusnie menambahkan, podcast “Behind The Wedding” juga membahas mengapa Wedding Fair masih relevan di tengah mudahnya mencari vendor secara online. Bertemu langsung dengan vendor memberikan kesempatan bagi pasangan untuk berdiskusi lebih detail, melihat karakter vendor, membandingkan konsep hingga memahami apakah layanan yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Pembahasan podcast juga menekankan manfaat menghadiri Wedding Fair langsung di sebuah hotel, sehingga pasangan sekaligus dapat melihat venue yang nantinya dapat menjadi lokasi hari pernikahan mereka,” tegasnya.

DIjelaskan Yusnie, hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan menuju Atria Wedding Fair 2026 – “Forever Begins Here”, yang akan berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Atria Hotel Malang. Ia menyebutkan, bahwa melalui Wedding Fair ini, calon pengantin dapat mengeksplorasi berbagai inspirasi wedding, bertemu langsung dengan vendor pilihan, melakukan konsultasi mengenai kebutuhan pernikahan hingga melihat venue secara langsung.

“Kami ingin Wedding Fair ini tidak hanya menjadi tempat mencari promo atau vendor. Kami ingin calon pengantin bisa datang, berdiskusi, melihat venue secara langsung dan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai seperti apa wedding yang benar-benar sesuai dengan mereka,” bebernya.

Bagi pasangan yang bahkan belum memiliki konsep wedding, kehadiran Wedding Fair dapat menjadi langkah awal untuk mengumpulkan referensi sekaligus memahami prioritas sebelum menentukan pilihan.

“Karena pada akhirnya, sebuah pernikahan tidak hanya tentang bagaimana acara terlihat di kamera, tetapi juga bagaimana pasangan, keluarga dan para tamu dapat menikmati setiap momennya dengan nyaman dan berkesan,” pungkas Yusnie.

Pewarta/Editor: Nedi Putra AW

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Publisher

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Malang Super Fight #27 Kembali Naik Ring, Bidik Talenta Muda dan Hidupkan Barometer Tinju Nasional

27 September 2026 - 21:47 WIB

Hari Tani Nasional, PFI Malang Angkat Cerita Tanah Pangan dan Harapan Lewat Pameran Foto

24 September 2026 - 19:42 WIB

Tanah, Pangan dan Harapan: PFI Malang Hadirkan Pameran Foto di Galeri Kayutangan

23 September 2026 - 18:27 WIB

Rock dan Batik, Intimate Concert 70th Anniversary Rayakan Kiprah Sylvia Saartje Lebih dari Lima Dekade

20 September 2026 - 13:05 WIB

Ciptakan Lingkungan Ramah Disabilitas, Grand Mercure Malang Mirama Gandeng Omah Gembira Gelar Bincang Isyarat dan Kelas Bahasa Gratis

20 September 2026 - 11:51 WIB

Hotel THE 1O1 Malang OJ Perkuat Komitmen Pendidikan Vokasi di Anniversary ke-13, Gelar Kompetisi Antar SMK Se-Jawa Timur

20 September 2026 - 11:38 WIB

Trending di EVENT & ACARA

©Hak Cipta Dilindungi !